Salah satu inisiator FPGMI, Andi Sinulingga, saat dikonfirmasi justru balik bertanya bahwa sejak kapan Partai Golkar tidak terpecah dalam ajang Pilres.
"Sejak kapan Golkar tidak pecah? Golkar hanya tidak pecah jika yang diusung, kader partai," kata Andi Harianto Sinulingga yang juga Ketua Departemen Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar, dalam konferensi pers di RM Sari Kuring, SCBD, Jakarta, Selasa (20/5/2014).
Hadir dalam konferensi pers ini sejumlah kader dan pengurus Golkar yang masih terhitung muda. Antara lain Ketua DPP Agus Gumiwang Kartasasmita, anggota Balitbang Golkar Indra J Piliang, juga anggota DPR RI dari Golkar Meutya Hafid. Hadir juga tiga puluhan kader muda Golkar lainnya.
Andi menjelaskan, hasil Rapimnas Golkar sangat elitis. Dukungan DPP Partai Golkar ke Pasangan Prabowo - Hatta disebabkan adanya sekelompok elit yang mengharapkan keuntungan dengan memperoleh kursi menteri
"Partai itu tidak boleh disandera oleh segelintir elit tetapi dengan menegasikan kepentingan publik," katanya.
Senada dengan itu, Ketua Balitbang Partai Golkar, Indra J Piliang menyatakan ada sekolompok elit di Belakang Abu Rizal Bakrie yang menginginkan posisi menteri.
"Bukan Icalnya, ada kelompok dibelakangnya yang mengambil keuntungan dengan mengambil posisi menteri. Ini kan malu kita, kalau gak menang gimana," ujarnya. Namun, Indra enggan membeberkan nama.
(idh/van)











































