"Pistol dan ekstasi dalam jumlah banyak itu belum ada yang mengakui pemiliknya siapa," bisik seorang perwira menengah polisi kepada detikcom, Selasa (20/5/2014).
Perwira itu menduga, pistol merupakan milik sekuriti diskotik. Namun, untuk memastikan hal itu, polisi akan memeriksa manajemen diskotek Stadium.
"Penyidikannya di Polres Jakarta Barat," ungkapnya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dikonfirmasi, membenarkan adanya temuan senpi dan ekstasi di Stadium itu.
"Iya. Itu masih diselidiki siapa pemiliknya," ucap Rikwanto.
Sebelumnya, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Eko Daniyanto mengatakan, pihaknya bersama Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat melakukan operasi terbuka di diskotek Stadium, Sabtu (17/5/2014) dini hari lalu.
Eko tidak menampik, bahwa operasi tersebut dilakukan menyusul tewasnya anggota Polres Minahasa Selatan, Brigadir JVG (22), akibat overdosis di diskotek tersebut.
"Seluruh diskotek di Jakarta malam itu kita lakukan razia secara serentak. Hal ini untuk mengantisipasi peredaran narkotika di diskotek," ucap Eko.
Eko mengungkapkan, dalam operasi tersebut polisi mendata pengunjung diskotek serta melakukan tes urine.
"Yang negatif dipulangkan dan kita berikan imbauan," imbuhnya.
Selain di dalam diskotek, polisi juga melakukan razia di jalanan terhadap pengendara. Dari razia itu, dua orang wanita tertangkap kedapatan membawa sejumlah narkotika.
"Wanita tersebut baru keluar dari diskotek, kita geledah dan ditemukan narkoba. Keduanya sudah diproses," pungkasnya.
(mei/aan)










































