"Ya kan dia mau promosi. Kalau mau beli ya kita tes dulu dong, boleh kan tes dulu. Nanti di e-catalogue, kalau harganya murah, beda harga dikit ya kenapa enggak beli ini. Mutunya sama gitu kan. Kita dapat sumbangan ya lumayanlah,β kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2014).
Acara penerimaan dilakukan Ahok dengan didampingi oleh Kepala BPKD Endang Widjayanti, Kadis Kebersihan Saptastri Ediningtyas, serta beberapa aparat pemprov lainnya. Sementara dari pihak swasta ada Presdir PT Gaya Makmur Mobil, Robert Lie.
Ahok sempat mencoba naik ke truk warna oranye itu dan penuh semangat menyalakan mesinnya. Truk sumbangan dengan nilai total Rp 1,65 miliar itu menambah jumlah truk sampah yang didapat DKI dari pihak swasta. Hingga Mei ini pemprov sudah menerima sekitar 73 truk sumbangan.
Kadis Kebersihan, Saptastri Ediningtyas, mengaku kebutuhan truk masih kurang. Dia menyatakan wilayah DKI membutuhkan lebih dari 1.000 truk. Sementara truk yang tersedia sekitar 300 unit.
"Kita berterima kasih sekali ada pihak swasta yang mau menyumbang truk seperti ini. Ya ini akan bisa membantu melengkapi kebutuhan kita akan truk, dan mudah-mudahan nanti ada perusahaan lain yang melakukan CSR yang sama. Ini akan kita gunakan untuk mengganti truk-truk yang sudah tua," kata Tyas, sapaan Saptastri.
Berikut ini lima pihak swasta yang menyumbang truk sampah ke DKI , yakni:
1. TETO
2 unit truk sampah kecil merk Hino, (tanggal 7 April)
2 unit truk tangki kecil merk Hino (tanggal 7 April)
2. PT Gaya Makmur Mobilindo
2 unit truk sampah tronton merk FAW (tanggal 20 Mei)
3. Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa
53 unit truk sampah kecil merk Isuzu (tanggal 22 Mei)
5 unit Gerobak motor merk KTM (tanggal 22 Mei)
4. PT Bank Mandiri
3 unit truk kecil (4 Mei)
5. Petrilium Assosiation
13 unit truk sampah kecil (18 Mei).
(ros/aan)











































