Massa yang berjumlah sekitar 30 orang itu berasal dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) serta dari Indonesia Tanpa Militerisme. Dalam aksi ini, keluarga korban penculikan 1998 juga turut bergabung. Mereka menunggu kehadiran capres yang akan mendaftar ke KPU sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka mengingatkan KPU agar melakukan verifikasi rekam jejak capres dan cawapres. Mereka juga mengingatkan KPU agar selektif demi menjaga tegaknya marwah demokrasi. "Kembalikan kawan-kawan kami yang diculik pada tahun 98," kata Daud, seorang aktivis yang dalam orasinya itu menyebut nama capres yang hari ini mendaftarkan diri ke KPU.
Dalam aksinya yang dilakukan di depan kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2014), massa juga membentangkan poster-poster yang menuntut agar kasus pelanggaran HAM '98 segera diusut tuntas.
Demonstran juga menempeli tembok di dekat logo KPU dengan poster-poster yang berisi tuntutan agar pelanggaran HAM ditangkap dan diadili.
(brn/van)











































