"Semoga museum ini bisa terkenal dengan even ini, seperti museum yang di Pegangsaan (Tugu Proklamasi)," kata kurator museum ini, Jaka Purbawa saat ditemui di lokasi, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2014).
Di tahun lalu, total jumlah pengunjung yang datang ke museum ini mencapai 19 ribu orang. Namun sebagian besar itu adalah peserta studi tour.
"Mereka ke sini pas ada momen, kayak misalnya jelang 17 Agustus atau setelah pemutaran film Sukarno. Anak-anak sekolah ingin tahu lokasi perumusan naskah proklamasi," papar pria yang sudah tahu menjadi kurator ini.
Khusus untuk acara deklarasi ini, pihaknya akan menutup museum sekitar 45 menit. Tidak ada barang-barang museum yang digunakan dalam acara tersebut. Termasuk tidak ada juga tata letak yang diubah.
"Setelah itu dibuka lagi (museum)," lanjutnya.
Berapa dana yang dibutuhkan untuk menyewa lokasi ini? "Rahasia," kata Jaka sambil tersenyum.
(mok/try)










































