"Ujian pilih cawapres sudah, tunggu lulus atau tidak? Kalau lulus, ujian pilih menteri-menteri. Ujian berikut dengar rakyat, wapres dominan, atau ketum?" kata Dipo mengawali twit soal Jokowi-JK, seperti dikutip detikcom, Selasa (20/5/2014).
Dipo pun kemudian membeberkan sejumlah fakta manuver politik Jusuf Kalla yang di 2004 silam jadi cawapres SBY dan sukses menang. JK yang kala itu tak didukung Golkar malah kemudian mengambil alih Golkar setelah terpilih jadi wapres.
Dipo membeberkan kisah 'perlawanan' JK ke SBY. Dipo menyebut rekam jejak JK 'seng ada lawan'. Dipo mengingatkan PDIP dan Jokowi tentang kalimat 'Jas Merah' Bung Karno yang sangat legendaris itu.
Berikut twit lengkap Dipo Alam:
1. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, itu kata Bung Karno. Pilpres 2004, elektibilitas SBY tinggi, JK Menko Kesra, Kabinet Mega datang.
2. JK datang jadi cawapres kompetisi lawan Mega-Muzadi. Akbar Tandjung Ketum Golkar koalisi dengan PDIP, tergusur oleh Wapres JK jadi Ketum Golkar.
3. Pilpres 2009, Wapres JK Ketum Golkar maju capres kampanye "The Real President" bersama Wiranto, lawan SBY-Boediono, Mega-Prabowo. JK kalah 12.4%.
4. Wapres JK, diturunkan dari Ketum Golkar, digusur oleh ARB. Kini, Pilpres 2014, jadi cawapres dari capres yang elektibiltasnya punya harapan.
5. Catatan sejarah JK, sudah pernah lawan Mega di pilpres 2004 dan di 2009, juga melawan SBY 2009. Suatu rekam jejak seng ada lawan. J Mana tahan?
6. Akankah kampanye "The Real President" yang gagal tahun 2009, jadi kenyataan di Pilpres 2014? Kita tunggu tanggal mainnya, ingat "Jas Merah."
(van/try)











































