Setiap tahun perbaikan jalan dengan lapisan aspal seolah menjadi kewajiban bagi Kementerian Pekerjaan Umum. Lalu mengapa tidak seluruh jalan Pantura dibeton agar lebih kuat dan tahan lama?
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah IV (BBPJN IV) Dirjen Bina Marga, Bambang Hartadi, mengatakan tidak semua jalan Pantura bisa dibeton.
"Kriterianya berada di muka airnya tinggi, kerusakannya sudah parah, dan berada di cekungan-cekungan rendah," kata Bambang di Cirebon, Jawa Barat, Senin (19/5/2014).
Seperti contohnya di bawah fly over atau jalan layang pertigaan Babadan, Jl Cirebon-Losari. Pembetonan masih dilakukan di pertigaan yang pasti menjadi titik kemacetan itu.
Data dari Kementerian PU menunjukkan dari 1.316 km panjang jalan Pantura hanya 270 km atau 20 persen yang sudah dibeton. Sisanya masih aspal. Dengan tambahan 60 km maka totalnya ada 330 km atau setara 25 persen.
(dha/ndr)











































