Kapolsek Senen Kompol Kartono mengatakan, sekitar pukul 15.00 WIB, 2 kelompok pelajar tersebut bertemu di bawah fly over Jalan Letjend Suprapto. Korban yang saat itu tengah melintas di bawah fly over bersama sekitar 15 orang temannya, bertemu dengan kelompok lain yang tengah duduk-duduk di halte bus. Mereka diduga berasal dari Poncol dan Kemayoran.
"Mereka ada yang naik motor, ada yang jalan kaki. Di situ terjadi saling ejek," kata Kartono saat dihubungi wartawan, Senin (19/5/2014).
Dua kelompok tersebut terlibat adu mulut hingga disertai tindakan anarkis. Mereka tiba-tiba saling menyerang dengan menggunakan senjata tajam.
Tak lama kemudian, polisi mencium adanya kerusuhan tersebut. Para pelajar yang masih saling serang itu langsung dibubarkan.
"Ketika anggota kami membubarkan kericuhan tersebut, ditemukan seorang pelajar yang tergeletak di aspal jalan," kata Kartono.
Pelajar yang diketahui bernama Aditya (16) itu kemudian langsung dilarikan ke RS Islam Cempaka Putih. Siswa SMK 1 Boedi Oetomo, Pasar Baru ini menderita luka sabetan celurit di perut bagian bawah.
"Namun nyawanya tak tertolong saat dalam perjalanan menujurumah sakit," ucapnya.
Polsek Senen kemudian bekerjasama dengan Polres Jakarta Pusat untuk mengusut pelaku. 2 Orang diduga pelaku kini diamankan di Polres Jakarta Pusat.
"Kami berhasil mengamankan 2 remaja yang diduga sebagai pelaku, yakni DW (17) dan RN (18)," kata Kartono.
Polisi juga mengamankan teman-teman pelaku yang terlibat dalam tawuran tersebut. Mereka akan dimintai keterangan terkait peristiwa maut itu.
"Kasus ini sudah kami limpahkan ke Polres Jakarta Pusat," tutupnya.
(kff/mpr)











































