Tanggapi Choel, Andi Mallarangeng: Saya Tidak Ingin Ulangi Drama Keluarga

Sidang Hambalang

Tanggapi Choel, Andi Mallarangeng: Saya Tidak Ingin Ulangi Drama Keluarga

- detikNews
Senin, 19 Mei 2014 20:42 WIB
Tanggapi Choel, Andi Mallarangeng: Saya Tidak Ingin Ulangi Drama Keluarga
Jakarta - Mantan Menpora Andi Mallarangeng bicara terbata-bata menanggapi keterangan adiknya, Andi Zulkarnaen Anwar (Choel) Mallarangeng di persidangan. Andi bercerita soal pengakuan Choel menerima duit.

Mulanya Andi bercerita mengenai pengakuan Choel atas penerimaan duit USD 550 ribu yang diantar Karo Perencanaan Kemenpora, Deddy Kusdinar dan staf khusus Andi, Fakhrudin.

"Saya pernah minta kembalikan apa yang dia terima. Dia mengaku menerima USD 550 ribu dan Rp 2 miliar," kata Andi menanggapi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (19/5/2014) malam.

Andi lalu berbicara mengulang memori saat dirinya dicegah keluar negeri oleh imigrasi atas permintaan KPK. Hari itu juga Andi menyusun surat pengunduran diri ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Karena pada waktu itu dia...," Andi terdiam sejenak mengarahkan pandangan ke atas. "Saya tidak ingin mengulang drama keluarga," ujarnya sambil mengangkat tangannya.

Beberapa detik kemudian, Andi melanjutkan tanggapannya. "Dia memohon kepada saya, mengatakan dia menerima uang, saya bilang koreksi. Diakui ke saya dia menerima USD 550 ribu, yg Rp 2 miliar dia mengakui kepada saya sebagai bisnis dia dengan Herman (Herman Prananto, bos Global Daya Manunggal)," sebutnya.

Dalam sidang, Choel kembali mengaku pernah menerima uang USD 550 ribu. Uang itu diberikan oleh dua pejabat Kemenpora, Deddy Kusdinar dan Fakhrudin saat dia ulang tahun.

"Sama seperti Pak Fakhrudin dan Pak Deddy tidak berinisiatif kenapa, mengapa, dari mana untuk apa (uang itu)," katanya.

Tidak hanya itu. Choel juga mengaku pernah menerima uang Rp 2 miliar dari Herman Prananto, petinggi PT Global Daya Manunggal (GDM). Uang itu, klaim Choel, terkait dengan perjanjian pekerjaan.

(fdn/mpr)


Berita Terkait