Andi Muchdar, Kepala Panti Bina Laras 2 Cipayung mengatakan, temuan tersebut diketahui ketika pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap perempuan itu setelah mendapatkan limpahan dari Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakbar, Jumat (16/5/2014).
"Setelah diserahkan ke sini, hari itu juga (jumat, 16/5), setelah sampai di sini diidentifikasi termasuk apa yang dibawa," kata Andi Muchdar saat berbincang dengan detikcom, Senin (18/5/2014).
Perempuan yang belum diketahui namanya itu membawa tiga buah kantung kotor. Pemeriksaan adalah untuk menghindari adanya barang-barang membahayakan penghuni panti rehabilitasi sosial lainnya, seperti bahan peledak dan senjata tajam.
"Setelah diperiksa ada beberapa senjata tajam dan di salah satu kantong berisi 19 juta 66 ribu rupiah," kata Andi.
Terdapat 190 lembar uang pecahan Rp 100 ribu-an. Selebihnya adalah uang pecahan mulai dari Rp 2 ribu sampai 50 ribu. Pihak panti sampai saat ini belum dapat mengidentifikasi dari mana uang tersebut.
"Sampai saat ini belum diidentifikasi asal usul uang dan asal warga binaan sosial tersebut, karena masih sangat agresif, susah diajak bicara, karena orang ini mengalami keterbelakangan mental, susah diajak komunikasi," tandas dia.
(ahy/nwk)











































