"Kita ini hitungannya detil sekali dan tidak berhubungan dengan dia ketua partai atau bukan. Nggak ada itu karena dia bukan ketua partai. Hitungan kita hanya bagaimana capres dan cawapres ini ke depan bisa bekerja, memberikan semangat gerakan perubahan dan hitung-hitungannya banyak sekali," terang Jokowi di balai kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (19/5/2014).
Sejumlah hal dinilai ada pada diri JK, sehingga pilihan jatuh kepada JK. Salah satunya soal elektabilitas dan pengalaman.
"Ada masalah elektabilitas, pengalaman, rekam jejak. Meskipun saya di birokrasi udah 9 tahun, tapi itu tetap diperlukan," terang Jokowi.
"Ketiga, masalah integritas. Itu penting sekali dan masalah kompetensi kemampuan baik di bidang ekonomi, politik, dan lain-lain," tambahnya.
(jor/ndr)










































