"Untuk satu orang kira-kira pemeriksaan mencapai 8 jam, cukup melelahkan," kata penanggung jawab tim penilaian kemampuan Jasmani dan Rohani Capres dan Cawapres, Zainal Abidin, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).
Zainal menjelaskan, selama para capres dan cawapres akan dilakukan pemeriksaan jiwa dimulai dari penyakit dalam, pemeriksaan mata, jantung pembuluh darah dan THT (telinga hidung dan tenggorokan). Adapun kalau ada pasien perempuan akan diperiksa obstetrik dan ginekologi.
"Selanjutnya nanti ada pemeriksaan laboratorium ada spesialis patologi klinik, juga ada patologi anatomi, ada bedah, ortopedi, dan korologi," paparnya.
Dalam dalam pemeriksaan tersebut ada 14 spesialisasi dan setiap spesialisasi ditangani 3 dokter. Namun hanya spesialisasi jiwa yang ditangani 5 dokter. Kemudian ditambah dengan dokter gigi dan psikolog.
"Jadi kalau nggak salah jumlah ada 44 orang spesialis tadi, 44 orang dokter spesialis, jadi masing-masing spesialisasi itu terwakili 3 orang," ungkapnya.
Menurutnya, setiap spesialisasi diwakilkan 3 orang karena apabila 1 orang ada keperluan masih tetap ada 2 orang standby. "Tidak boleh satu orang, karena kalau satu orang tidak ada tempat untuk saling berkomunikasi dan berkonsultasi antar spesialisasi," ujar Zainal.
Setelah semua capres dan cawapres selesai diperiksa, hasil pemeriksaan akan langsung diplenokan. Dan akan disampaikan hasilnya masksimal 2 hari setelah waktu batas akhir pemeriksaan tes kesehatan.
"Jadi kalau hari terakhir pemeriksaan tanggal 23 Mei, maka tanggal 25 Mei sudah kita sampaikan KPU hasilnya," tutupnya.
(tfn/mad)











































