Kekalahan Akbar Akhir Nasib Koalisi Kebangsaan
Minggu, 19 Des 2004 20:05 WIB
Badung -
Nasib koalisi kebangsaan di ujung tanduk. Pasalnya, koordinator koalisi kebangsaan yang selama ini dipegang oleh Ketua Umum Akbar Tandjung terancam bubar setelah Akbar kalah dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar yang baru saja berlangsung di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (19/12/2004) dinihari.Dalam pemilihan tersebut, Akbar Tandjung kalah telak oleh Jusuf Kalla dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar. Akbar hanya memperoleh dukungan sekitar 30 persen dari 482 suara.Dan Jusuf Kalla dikukuhkan menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2004-2009.Dengan kemenangan kubu M Jusuf Kalla, jelas akan membawa implikasi yang besar terhadap Partai Golkar. Apakah akan menjadi oposisi seperti yang selama ini didengungkan Akbar Tandjung atau akan menjadi partai pemerintah.Jika diperhatikan dari pidato Kalla dalam pidato visi dan misi menjadi ketum serta saat kemenangan maka jelas tersirat kontrak koalisi kebangsaan akan dihentikan."Upaya mencapai adil dan makmur bisa tercapai jika adanya keterpaduan peran lembaga kenegaraan dan Partai Golkar," kata Kalla.Sebelumnya, Kalla juga sempat mengklaim 80 persen pejabat pemerintah berasal dari Golkar. "Dan dengan sikap yang teratur dan tertiblah tujuan kesejahteraan itu bisa dicapai," tukasnya.Tentu saja, pernyataan Kalla ini sudah mengisyaratkan Golkar akan menjadi the ruling party alias partai penguasa. Implikasinya tentu saja akan mengakhiri kesepakatan koalisi kebangsaan, yang sejak awal digagas untuk menjadi koalisi oposisi.Namun akankah Kalla benar-benar mengakhiri koalisi kebangsaan. Atau akan ada koalisi baru setelah Golkar "dibonsai" menjadi partai pemerintah. Kita tunggu saja.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































