Musibah Konser Gigi, Tiga Orang Masih Koma
Minggu, 19 Des 2004 19:02 WIB
Jakarta - Tiga orang masih koma di rumah sakit pasca musibah konses Gigi di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta Selatan. Mereka dirawat di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Sementara terhadap dua korban meninggal telah dikebumikan Zainal Asikin dan Syaiful Anwar telah dikebumikan oleh pihak keluarga. Sedangkan terhadap 46 korban luka lainnya telah berangsur-angsur diperbolehkan pulang dari rumah sakit.Dari kronologi yang dikeluarkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah musibah muncul saat acara inagurasi sebagai penutup rangkaian program pengenalan almamater bagi mahasiswa bagi UIN Syarif Hidayatullah. Ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh BEM . Berikut kronologi yang dikeluarkan BEM UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat.Pukul 22.30 WIB musik Gigi mulai tampil membawakan 3 lagu. Pada pukul 22.45 WIB selesai lagu Lailatul Qodar, Gigi memanfaatkan jeda waktu untuk dialog dengan penonton.Pada saat itulah peristiwa terjadi. Gigi sempat menyuruh para penonton untuk menolong para korban, karena tembok balkon penahan hujan roboh. Melihat kejadian tersebut, Armand Maulana mengajak penonton berdoa bersama bagi keselamatan korban dan menyanyikan 2 lagu religius berjudul "Tuhan".Namun karena desakan penonton, Gigi masih sempat membawakan satu lagu sehingga menjadi 3 lagi pasca runtuhnya tembok. Tepat pukul 22.55 WIB Gigi berhenti dan panitia mengghentikan acara. Kronologi jatuhnya tembok balkon penahan hujan:Tembok balkon penahan hujan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta roboh karena sekitar 30 orang berada di atasnya. Mereka terdiri dari beberapa mahasiswa, anak-anak dan penduduk sekitar UIN Jakarta. Lalu sekitar 30 orang jatuh bersama dengan reruntuhan tembok dan menimpa penonton yang ada dibawahnya. Sementara 10 orang lainnya panik dan berpencar.Para penonton yang tertimba reruntuhan dan orang-orang dari atas, tak bisa mengantisipasi kejadian tersebut karena padatnya penonton, sehingga mereka ikut jadi korban. Setelah kejdian penonton yang luka dilarikan ke rumah sakit, yaitu Klinik UIN Jakarta, RS Fatmawati, RS Bintaro dan RS Gaplek Ciputat.Kondisi balkon sama sekali bukan tempat yang layak untuk menonton konser, karena disamping tempat tersebut sangat susah dinaiki, karena hanya ada sebuah tangga vertikal menuju menara. Jadi tidak ada pintu ke arah balkon tersebut. Penonton naik melalui jendela menara yang biasanya dipakai teknisi untuk perbaikan gedung. Adapun yang runtuh dari balkon adalah tembok penahan hujan yang memang berbahaya kalau dinaiki.Sampai saat ini korban yang masuk RS 49 orang, 2 orang meninggal dan 3 orang koma.
(jon/)











































