"Ya sekitar segitu lah (Rp 150 juta). Dari pelayanan, fasilitas yang dipakai kan itu termasuk di dalamnya," ujar Ferry di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Minggu (18/5/2014).
Mantan Komisioner KPU Jawa Barat ini menyebutkan, biaya sebesar itu selain digunakan untuk proses tes kesehatan, juga karena rumah sakit yang menggelar tes kesehatan cawapres tidak melayani pasien umum selama tes.
"Kasarnya buat ganti rugi lah, kan selama pemeriksaan pasangan capres cawapres rumah sakit enggak bisa terima pasien umum. Nah, ini juga untuk itu," ujarnya.
Ferry menambahkan, tes pemeriksaan akan mulai dilakukan Senin (19/5) sampai Jumat (23/5). Secara teknis, sehari setelah pendaftaran pasangan capres dan cawapres keesokan langsung menjalani tes kesehatan. Rumah sakit yang ditunjukan resmi adalah RSPAD Gatot Subroto.
"Ya, petunjuk teknisnya kan ada di RSPAD. Tapi, kalau sehari setelah pendaftaran, besoknya itu langsung tes," katanya.
(hat/bal)










































