SBY Beberkan Opsi Koalisi PD di Pilpres 2014

Rapimnas Partai Demokrat

SBY Beberkan Opsi Koalisi PD di Pilpres 2014

- detikNews
Minggu, 18 Mei 2014 15:26 WIB
SBY Beberkan Opsi Koalisi PD di Pilpres 2014
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat SBY membeberkan sejumlah opsi koalisi partainya di hadapan ratusan peserta Rapimnas. Apa saja opsi yang bisa diambil PD?

SBY kemudian menuturkan PD tak punya banyak pilihan menghadapi Pilpres. "Kenapa kita punya keterbatasan untuk menentukan sikap dan pilihannya sendiri dibandingkan 2004 atau 2009 lalu? Pertama suara hanya 10 persen, elektabilitas peserta konvensi meski mereka punya potensi dan keunggulan serta siap bersaing tapi memang elektabilitasnya masih di bawah capres-capres dari partai lain," kata SBY saat menyampaikan pidato politik pembukaan Rapimnas Partai Demokrat yang digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (18/5/2014)

Rapimnas PD ini diikuti sekitar 318 orang. Meliputi Majelis Tinggi PD, Dewan Pembina, Komisi Pengawas Pengawas, Dewan Kehormatan, Ketua DPP, dan Ketua DPD PD seluruh Indonesia.

SBY kemudian membeberkan opsi-opsi yang masih mungkin diambil partainya. Bukan tidak mungkin SBY membuat poros koalisi baru.

"Pilihan dan opsi itu masih kita bicarakan. Di antaranya Partai Demokrat bisa saja mendukung saah satu capres yang ada. Kalau cocok dan bisa berkoalisi meski peluang kecil bisa saja kita pasang capres dan cawapres sendiri," kata SBY.

Opsi lainnya adalah tidak mendukung kubu mana pun. Opsi lebih lengkapnya akan disampaikan SBY dalam forum tertutup setelah ini.

"Opsi lain kita tak bergabung dengan kubu mana pun, tapi pada 9 Juli kita akan bersikap dan memahami platform yang akan mereka lakukan. Kita bisa menyalurkan suara kita pada capres tertentu. Khusus ini agar partai kita bisa menentukan sikap tepat dan benar setelah pembukaan akan saya perjelas situasi dan masalah yang kita hadapi," kata SBY.

"Kita juga akan mendengar pandangan pimpinan Partai Demokrat di daerah guna membulatkan posisi untuk 2 hari mendatang kita matangkan dan bulatkan," pungkasnya.




(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads