Pantauan detikcom di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Minggu (18/5/2014), ada sekitar seratusan polisi yang berjaga mulai dari depan kantor KPU, hingga lantai II yang menjadi lokasi pendaftaran capres. Mulai dari Mabes hingga polsek hadir di kantor KPU.
Tampak juga sebuah kendaraan taktis baracuda bersiaga di halaman kantor KPU. Dalam simulasi yang pernah digelar Mabes Polri, baracuda itu disiagakan untuk mengamankan komisioner jika terjadi ancaman keamanan.
Pengamanan ini sebetulnya sudah dimulai sejak proses rekapitulasi hasil pengitungan suara nasional digelar, namun keamanan relatif diperketat dalam masa pemilu presiden.
Sementara itu, di sela masa pertama pendaftaran capres, pukul 12.15 WIB sekitar 30 orang buruh yang mengatasnamakan diri Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh (GSPB) menggelar aksi damai demonstrasi menyuarakan penolakan capres dan cawapres yang dianggap pernah melanggar HAM.
"Ini bukan soal materi, ini persoalan jutaan nyawa manusia. Liat Marsinah sampai saat ini kasusnya hilang. Lalu kerusuhan Mei yang membunuh ribuan orang, hingga saat ini tidak ada penyelesaian. Ini dosa politik," ucap salah seorang orator dalam aksinya.
"Kami tidak menghargai Prabowo dan Wiranto (sebagai capres atau cawapres) karena mereka masih punya hutang kepada negara. Mereka melakukan pelanggaran terbesar yang tak bisa dimaafkan," tegasnya.
Aksi tersebut berjalan damai dan dalam pengawalan polisi.
(bal/van)










































