Travel Warning, 2 Pesawat Haji Sewaan Tak Bisa Langsung Saudi
Minggu, 19 Des 2004 15:17 WIB
Jakarta -
Akibat travel warning yang dikeluarkan pemerintah Inggris, pesawat sewaan dari Britania Airways dan Mytravel dari Inggris tak bisa langsung mendarat di Arab Saudi. Sebagai alternatif, kedua maskapai ini akan transit di Abu Dhabi untuk mengganti crew, dan selanjutnya baru terbang ke Arab Saudi."Travel warning ini diberikan oleh pemerintah Inggris kepada warganya, untuk semaksimal mungkin tidak beraktivitas dan tinggal di Arab Saudi. Dengan demikian, jamaah haji dari Indonesia yang menggunakan maskapai ini akan transit di Abu Dhabi. Sedangkan pesawat lainnya, bisa langsung tanpa harus transit," kata Menteri Agama M Maftuh Basyuni dalam press release yang disampaikan di Bandara III Soekarno Hatta-Cengkareng, Banten Minggu (19/12/2004).Dua maskapai dari Inggris ini, menurut Menteri Agama, membawa jamaah haji dari embarkasi Solo, Balikpapan dan Banjamasin. "Sebagai konsekuensinya, pemberangkatan terhadap jamaah haji dari 3 embarkasi ini maju 1 sampai 1,5 jam yang akan digunakan untuk transit di Abu Dhabi untuk keperluan pergantian crew dan pengisian bahan bakar," katanya.Konsekuenasi lainnya, menurut Menag, diambil kebijakan bahwa home base crew kedua operator tersebut akan berada di Abu Dhabi. Namun demikian hal tersebut tak akan menggangu jadwal pendaratan pesawat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.Lebih lanjut Menag menjelaskan kloter pertama jamaah haji asal Indonesia diberangkatkan serentak hari ini. Sedangkan berdasarkan umul quro Arab Saudi, pelaksanaan wukuf musim haji tahun 2005 Masehi / 1425 jatuh pada Kamis, tanggal 25 Januari. Dengan demikian puncak konsentrasi pelayanan haji akan dipusatkan di Arafa dan Mina dari tanggl 19 Januari sampai 24 Januari atau 8-13 Dzulhijah 1425 H.
(jon/)










































