KBRI mendatangkan langsung pemain alat musik Sasando dari NTT, Zakarias Ndaong. Seluruh perlengkapan promosi budaya tersebut juga dibawa langsung dari NTT.
"Keindahan kain tenun dan dentingan Sasando mengundang decak kagum para undangan dari kalangan diplomatik dan pemerintah Tokyo," kata Dubes RI untu Jepang Yusron Ihza Mahendra dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (18/5/2014).
Suasana ketimuran kental terasa di ruangan tempat pertemuan tersebut. Acara ini, menurut Yusron, tak hanya bertujuan untuk mempromosikan budaya namun juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi.
"Acara Exotic East Evening ini diharapkan dapat membawa dampak ekonomis bagi UKM dan pengrajin kain tenun," ujarnya.
Busana dari kain tenun yang ditampilkan dalam acara tersebut merupakan hasil kreasi dari desainer muda Indonesia Ika Mahija. Karya-karyanya itu menarik perhatian Ibu Fukuda (isteri mantan Perdana Menteri Yasuo Fukuda), para Duta Besar dan isteri serta undangan lain.
"Kain tenun ikat merupakan salah satu warisan kekayaan budaya Indonesia yang tidak lekang oleh waktu, bahkan semakin digemari karena keunikan dan keindahannya," kata Yusron.
Menurutnya, peragaan busana ini juga menunjukkan bahwa tenun ikat yang sudah berusia ratusan tahun dapat diaplikasikan dalam busana modern. Meski warisan budaya tua, kain tenun ikat tidak kalah indahnya dari material lain.
"Budaya akan selamanya melekat pada bangsa," tutup Yusron.
(kff/rvk)











































