Jokowi Mengaku Ganteng dengan Setelan Jas

Jokowi Mengaku Ganteng dengan Setelan Jas

- detikNews
Minggu, 18 Mei 2014 00:20 WIB
Jokowi Mengaku Ganteng dengan Setelan Jas
Jakarta - Joko Widodo capres asal PDIP yang selama ini mengaku mukanya deso, tetapi dia tiba-tiba mengaku ganteng. Kenapa? Rupanya Jokowi mengaku ganteng saat melihat fotonya memakai setelan jas berwarna hitam.

"Banyak yang ejek wajah saya deso, tapi setelah saya lihat gini, ganteng juga ya saya. Hehehe..." canda Jokowi sambil melihat fotonya yang mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih dan dasi merah.

Hal ini sontak membuat sahabat-sahabatnya yang berkumpul di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (17/5/2014), tertawa sambil bersorak. Gambar itu satu diantara beberapa poin yang ditampilkan di slide yang berada tak jauh di sampingnya.

Meski mengaku ganteng, Gubernur DKI hanya bercanda dan ini tetap tak mau dibilang ganteng oleh teman-temannya. Apalagi bila hal itu disampaikan ke masyarakat.

Seakan tak ingin kehilangan kesempatan, dalam pertemuan yang hanya 45 menit itu, Jokowi meminta agar pergerakan masif terus dilakukan di masyarakat. Namun, ia berpesan agar masyarakat tak diberi janji yang muluk-muluk.

Bahkan, ia meminta agar relawannya hanya memberi tahu 3 kelebihannya saja. "Jangan yang tinggi-tinggi. Rakyat ingin yang sederhana. Beri 3 penilaian tentang Jokowi. Yang dirasa paling mewakili. Tapi jangan bilang anaknya ganteng, hati-hati. Jangan lebih dari 3. Lawan kita juga sebut 3. Nanti kita lihat rakyat yang pilih siapa. Baik lewat stiker, buku, tabloid," sambungnya.

Di depan puluhan relawannya, Jokowi mengakui lawan tandingnya di pilpres kali ini tak mudah. Lawan Jokowi dianggap memiliki organisasi yang terstruktur rapi dan finansial yang tak sedikit.

"Tapi apabila bisa diorganisir rakyat dan masyarakat. Saya yakini 9 Juni bisa dilihat. Saya juga punya juga (finansial) tapi kekuatan kita bergeraknya di rakyat, menggerakkan rakyat," ucapnya.

Ia mengatakan waktu 53 hari sebelum hari pemilihan presiden 9 Juli harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena itu, segala 'serangan' udara maupun darat harus dilakukan untuk menggaet suara sebanyak-banyaknya.

(bil/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads