"Kami yakin kebijaksanaan Bu Mega seperti dia memutuskan Jokowi sebagai cagub dan capres, memutuskan Ganjar jadi Gubernur Jateng, dan Wali Kota Risma yang berhasil. Itu bukti keputusan yang diambil dengan kebijaksanaan," kata Maruarar saat dihubungi, Sabtu (17/5/2014).
Soal siapa cawapres yang punya kans besar dipilih mendampingi Jokowi, Maruarar yakin tokoh pilihan Mega dan Jokowi punya kemampuan membantu Jokowi memimpin pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penggodokan terhadap sosok cawapres sudah dilakukan termasuk menampung aspirasi dari tokoh dan elemen masyarakat. "Yang pasti wapresnya harus seperti Jokowi bisa melakukan perubahan untuk kebaikan masyarakat," kata dia.
Jokowi hingga saat ini masih menyimpan nama yang akan menjadi pendampingnya. Dia menyebut dua inisial yakni J dan A.
"Namanya sudah diberi tapi belum saya putuskan. Malam minggu ini. Mungkin diberikan yang depannya pakai J.....atau yang depan A. Pilih yang mana?," kata Jokowi di depan puluhan anggota Komunitas Sahabat Jokowi di Warung Daun, Jakpus. '
Inisial ini disinyalir merujuk pada 2 nama putra Makassar yang selama ini digadang-gadang sebagai capresnya. Jusuf Kalla dan Abraham Samad.
JK merupakan mantan Wapres dan pernah menjabat Ketum Golkar. Saat ini JK menjabat sebagai Ketua PMI dan juga Ketua Dewan Masjid Indonesia. Sosok JK ini bila melihat yang disebut Jokowi amat realistis.
Sementara A disebut-sebut merujuk pada Abraham Samad yang menjabat Ketua KPK. Tapi hingga kini Abraham Samad tak juga mengajukan izin dan mundur sebagai Ketua KPK.
(fdn/dha)











































