Dipimpin Kalla, Tak Mudah Bagi Golkar untuk Kritis
Minggu, 19 Des 2004 09:00 WIB
Denpasar - Ketua umum DPP Partai Golkar terpilih Jusuf Kalla yang juga Wapres RI memang berjanji akan tetap melaksanakan fungsi check and balances Golkar kepada pemerintah. Namun, ini akan sulit dilakukan.Penilaian ini bukan datang dari pengamat politik tapi dari Akbar Tandjung, politisi berpengalaman yang baru saja dikalahkan Kalla dalam perebutan Ketum Golkar. "Saya pikir tidak mudah Jusuf Kalla akan melakukan prinsip check and balances. Karena kalau Golkar kritis tentu dia (sebagai wapres) juga akan bereaksi," katanya. Menurut Akbar, dalam jumpa pers di kamar tempatnya menginap di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (19/12/2004) pagi, Kalla akan sulit menerapkan check and balances di Golkar karena ada dua kepentingan di dirinya. "Namun harapan saya Koalisi Kebangsaan bisa dipertahankan. Karena ini terkait dengan pembangunan sistem dalam rangka check and balances. Kita jangan lihat kepentingan jangka pendek saja. Golkar harus tetap memainkan peran. Mudah-mudahan bisa meski tidak mudah."Menurut Akbar, sebenarnya hal yang wajar kalau Kalla berkepentingan untuk memimpin partai kalau itu dilakukan setelah dia menjabat wapres dua atau tiga tahun. "Mungkin ada target 2009. Tapi ini baru dua bulan. Ini yang jadi pertanyaan karena kerjanya kan sangat berat."Karena Akbar pun tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya bahwa pada Pemilu 2009 posisi Golkar akan turun karena mengurus politik itu tidak bisa setengah-tengah, tapi harus dengan intensitas penuh.
(gtp/)











































