Akbar Tandjung Kalah, Isterinya Berurai Air Mata
Minggu, 19 Des 2004 07:53 WIB
Denpasar - Kekalahan Akbar Tandjung ternyata sudah diduga oleh isterinya, Krisnina Maharani. Sambil berurai air mata Nina Akbar Tandjung menceritakan ia tidak menyampaikan firasatnya itu karena ingin membesarkan jiwa suaminya. Toh akhirnya air mata pun bergulir di pipi perempuan Solo berparas ayu itu.Penuturan ini disampaikan Nina saat mendampingi suaminya menggelar jumpa pers di kamar tempatnya menginap di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu (19/12/2004) pagi."Saya sudah menduga kalah. Karena lawan Bang Akbar sangat besar. Tapi saya tidak sampaikan itu. Saya selalu membesarkan jiwa dia," tutur Nina.Nina, yang selama jumpa pers terus berurai air mata, mengaku terharu atas sikap Akbar yang bisa mengendalikan emosi dalam menghadapi kekalahannya atas Jusuf Kalla dalam perebutan jabatan Ketua umum Partai Golkar. "Saya terharu dengan sikap Bang Akbar yang bisa mengendalikan emosi."Ditanya soal apa usulan kegiatan yang disampaikan kepada suaminya setelah tidak lagi memimpin Golkar, Nina menyatakan itu terserah Akbar saja. "Terserah Bang Akbar saja. Saya cuma harus menjaga bagaimana dia bisa bahagia," katanya.Akbar sendiri menyatakan, ia belum memikirkan kegiatan yang akan dilakukannya. "Yang penting kita bisa mengabdikan diri. Di politik saya sudah di puncak. Menteri beberapa kali. Sudah menjadi Ketua DPR dan ketua parpol. Tapi tentu saja untuk politik kita tidak bisa katakan selesai. Karena bisa saja tidak di dalam partai politik."Kegiatan yang sudah ada di benak Akbar adalah menengok anaknya yang berada di Amerika Serikat. "Saya akan menengok anak saya di AS. Kebetulan ia sedang libur. Ya, nanti tentunya dalam perjalanan saya akan diskusi dengan isteri saya ke depan apa perhatian yang bisa saya berikan di berbagai tempat."Sementara tentang kemungkinan bergabung dengan Kalla sebagai ketua dewan penasihat, Akbar menampiknya. "Biarlah paket itu yang menjadi tim di DPP. Kalau saya menang, paket saya ya pak Wiranto. Yang menang Pak Jusuf Kalla, paketnya Surya Paloh."
(gtp/)











































