Akbar Tandjung: Saya Merasa Seperti Dikeroyok
Minggu, 19 Des 2004 07:40 WIB
Denpasar - Akbar Tandjung kalah melawan Jusuf Kalla dalam perebutan sebagai orang nomer satu di Partai Golkar. Politisi yang sukses memimpin Golkar di masa sulit ini harus melihat para koleganya bersatu untuk merebut kepemimpinan Golkar dari tangannya. Akbar merasa seperti dikeroyok."Sepertinya orang-orang itu melihat ada sesuatu yang salah sehingga mereka bersatu. Ini yang saya herankan. Mengapa mereka bersatu untuk merebut kepemimpinan partai," kata Akbar dalam jumpa pers di kamar tempatnya menginap di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (19/12/2004).Padahal, lanjut Akbar, ketika Golkar dihujat tidak ada yang mau membela. "Saya merasa seperti dikeroyok. Saya melihat mereka turun semua. Dan saya sudah menduga mereka akan all out gunakan kemampuan yang dimiliki," ujar Akbar yang terlihat letih dan tidak bisa menutupi gurat kecewa di wajahnya itu.Akbar, dalam acara 'curhat' yang digelar tak lama setelah penutupan Rapat Paripurna ke-7 Munas VII Partai Golkar yang beragendakan pemilihan Ketua Golkar itu, menilai pemilihan secara formal berjalan fair dan sesuai aturan. "Tapi saya melihat ada kekuatan yang menekan sidang sehingga kondisinya tidak tenang. Pimpinan pun sudah terpengaruh. Itu yang tidak kita harapkan. Keamanan juga tidak tegas. Padahal ada orang-orang luar yang masuk. Mereka lah yang teriak-teriak saat saya pidato menenangkan peserta. Padahal laporan pertanggungjawaban dengan standing ovation."Akbar kemudian menceritakan bagaimana berbedanya respon para peserta munas dalam persidangan-persidangan. "Suasananya sangat jauh berbeda. Kalau nama Jusuf Kalla yang disebut, responnya beda. Ada tekanan yang sangat besar di dalam persidangan. Dan itu tentu saja mempengaruhi psikologis mereka," tutur Akbar getir.Tidak dijelaskan Akbar siapa orang-orang luar yang dimaksud, dan apa kekuatan yang menekan sidang. Tapi untuk diketahui Munas Golkar memang dihadiri politisi dari parpol lain, misal anggota Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Ali Muchtar Ngabalin. Wakil Ketua umum PBB ini dulu juga dikenal sebagai anggota tim sukses SBY-Kalla.Munas yang dihadiri para sesepuh dan tokoh Golkar yang masuk kubu Kalla. Misalnya Sri Sultan Hamengkubowono X, Abu Rizal Bakrie, Ginandjar Kartasasmita, dan Muladi.
(gtp/)











































