Bakal Koalisi dengan Gerindra, PKS Ajukan 3 Nama Cawapres

Bakal Koalisi dengan Gerindra, PKS Ajukan 3 Nama Cawapres

- detikNews
Sabtu, 17 Mei 2014 12:08 WIB
Bakal Koalisi dengan Gerindra, PKS Ajukan 3 Nama Cawapres
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera siang ini akan menyatakan dukungan politiknya terhadap capres Gerindra Prabowo Subianto. Namun dukungan ini dibarengi dengan permintaan PKS untuk posisi calon wakil presiden. Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengatakan pihaknya sudah diajak berkomunikasi soal cawapres.

"Oh iya, (PKS sudah diajak bicarakan cawapres). Justru indahnya berkoalisi dengan Prabowo ini karena ada komunikasi intensif dan semuanya dibuka di depan. Enggak boleh bilang tanpa syarat. Semuanya harus bersyarat karena dibicarakan di depan," kata Fahri di kantor DPP PKS di jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (17/5).

Fahri menyebutkan tiga capres hasil Pemira (Pemilu Raya) PKS juga sudah diajukan sebagai kandidat cawapres untuk dipinang oleh Prabowo. Ketiganya yakni Anis Matta, Hidayat Nur Wahid, dan Aher (Ahmad Heryawan).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dilakukan oleh semua, seperti pak Prabowo bilang kita akan bicara nanti semua dan kita akan sepakati bersama. Komunikasi tentang wakil dengan semuanya. Jadi kita nanti di acara ini kita dengar lagi dia ngomongnya gimana. Karena kan dia mesti ngomongnya ke sana ke mari," kata Fahri yang mengenakan baju kemeja lengan pendek putih.

Perihal kesepakatan ini nantinya akan diperjelas dalam pertemuan singkat dengan Prabowo yang digelar sebelum deklarasi resmi. Fahri bersikeras Prabowo sebagai kandidat capres harus melalukan komunikasi dengan mitra koalisi, termasuk dengan PKS. Komunikasi ini harus dilakukan secara jelas agar tidak jadi perpecahan.

"Kalau calon itu memang harus berkomunikasi dengan mitra-mitra koalisinya. Dan saya kira ini sudah dilakukan dngn sangat baik oleh pak Prabowo, dia bicara dengan semua pihak dan apa adanya. Sebab sebelum dia jadi presiden tidak ada prerogatif. Jangan ditutup-tutupi. Karena ini ikhtiar kita dari awal supaya nantinya tidak ada perpecahan di tengah jalan," katanya.

(ros/fdn)


Berita Terkait