2 Tewas di Pentas Gigi, Rektor UIN Jakarta Minta Maaf

2 Tewas di Pentas Gigi, Rektor UIN Jakarta Minta Maaf

- detikNews
Minggu, 19 Des 2004 05:19 WIB
Jakarta - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra, meminta maaf kepada para kelurga korban dari ambruknya kanopi gedung di kampus UIN Jakarta saat konser grup band Gigi, Sabtu (18/12/2004) malam, yang menyebabkan 2 orang tewas.Permintaan maaf ini disampaikan Azyumardi Azra usai menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Fatmawati, Jl. RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Asyumardi menengok para korban selama sekitar 45 menit mulai dini hari pukul 03.00 WIB, Minggu (19/12/2004)."Musibah ini memang tidak kita harapkan. Oleh karena itu atas nama pimpinan UIN kami ingin menyatakan mohon maaf kepada keluarga-keluarga yang anak-anaknya menderita luka sebagainya, dan ada yang meninggal," katanya.Menurut Azyumardi, kejadian ini di luar kontrol pihaknya. Sebab kanopi dari gedung Student Center yang ambruk itu memang bukan tempat untuk menonton. "Mereka naik lewat tangga darurat. Dan mungkin karena terlalu banyak yang di atas dan betonnya tipis, hanya untuk menutupi bangunan, jadi roboh."Azyumardi mengharapkan keluarga yang anak-anaknya menjadi korban dalam kecelakaan ini bisa bersabar dan para korban bisa cepat sembuh. "Kita menanggung seluruh biaya perawatan mereka. Dan bagi yang meninggal kami akan memberikan santunan kepada keluarga mereka. Dan kita akan melakukan takziah. Dan ini merupakan sesuatu yang di luar dugaan kita.'"Azyumardi, yang berulang-ulang minta maaf atas peristiwa ini, menyatakan akan mengetatkan pengawasan atas acara ini. "Karena ini terus terang saja, kehadiran Gigi, di luar skenario dan pengetahuan kita. Dan saya sendiri baru tahu selesai kejadian itu kalau ada Gigi. Kita tidak diberi tahu," ujarnya.Menurut Azyumardi, pengamanan acara ini sudah cukup ketat. Pengamanan yang diatur oleh Pembantu Rektor Kemahasiswaan dan Pembantu Rektor Bidang Administrasi ini ada empat lapis. Yaitu oleh Brimob, polisi, menwa, dan anggota perguruan bela diri Tapak Suci. Sementara tentang tindakan yang akan diambil pada panitia penyelenggara, Azyumardi menyatakan hal itu dipelajari lebih dulu. "Kita akan mempelajari, akan melihat secara seksama prosesnya melalui rekontruksi baru bisa kita putuskan." (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads