Mulyadi merupakan warga Kecamatan Tinggi Tinggi, Kab Meranti Riau. Kini pria ayah empat orang anak itu terbaring di rumahnya. Kaki sebalah kanannya tampak terlihat bekas gigitan buaya yang ada di sungai yang pasang surut air laut. Mulyadi bergelut dengan buaya muara raksasa dan selamat.
"Korban sudah mendapat perawatan di Puskesmas setempat. Kini Mulyadi sudah berada di rumahnya," kata Kapolre Kep Meranti, AKBP Pandra Arsyad kepada detikcom, Sabtu (17/5/2014).
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi Jumat (16/5/2014) siang. Saat itu Mulyadi dan 4 rekannya tengah bekerja menarik batang sagu untuk dibawa ke pabrik.
Ratusan batang sagu mereka rakit dengan tali. Setelah itu mereka menunggu air sungai pasang agar potongan batang sagu bisa ditarik dengan kapal pompong.
Setelah kondisi air pasang, batangan sagu pun mulai ditarik. Mulyadi tidak berada di diatas kapal. Dia bertugas mengawasi batangan sagu yang ditarik. Mulyadi duduk diatas batang sagu yang dirakit tadi.
Baru sekitar satu jam batang sagu ditarik, Mulyadi melihat kemunculan buaya. Hanya saja dia tak ingin menceritakan kemunculan buaya itu ke rekannya.
"Saya tak menceritakan kemunculan buaya itu kepada rekan kerja. Takud mereka panik, apa lagi salah satu rekannya kerja kami membawa anak kecil di dalam kapal," cerita Mulyadi kepada pihak kepolisian.
Setelah melihat kemunculan buaya, tak lama buaya itu menghilang. Tapi rupanya tiba-tiba saja buaya muncul dan melombat ke arah Mulyadi.
Kaki sebelah kanannya digigit. Mulyadi terseret ke dalam sungai. Buaya raksasa sempat memutar-mutarkan mangsanya agar kondisi lemas. Terjadi pergumulan hebat antara Mulyadi dengan buaya. Rekan-rekannya diatas kapal tak bisa berbuat banyak.
Lumayan lama terjadinya pergelutan Mulyadi dengan buaya. Namun dia pantang menyerah. Dia tetap berusaha untuk melepas gigitan buayan dikaki kanannya. Tak kehilangan akal, Mulyadi berusaha memegang mulut buaya agar melepaskan gigitannya.
"Namun gigiatnya bertambah kuat. Akhirnya saya sekuat tenaga meninju bagian mata buaya itu. Saat itulah buaya melepas gigitannya," cerita Mulyadi.
Setelah lepas, Mulyadi berusaha berenang ke pinggir sungai. Rupanya buaya tadi masih tetap mengejarnya. Ketika buaya akan kembali menerkam kakinya, Mulyadi dengan cepat meraih batang kayu hutan bakau.
"Saya bergantung di kayu bakau, buaya itu tetap berusaha untuk menerkam," kata Mulyadi.
Rekan-rekan seprofesinya memberikan peringatan agar Mulyadi terus bertahan di atas pohon. Rekan-rekannya datang dengan kapal. Lantas Mulyadi diselamatkan.
(cha/ndr)











































