Kondisi Membaik, Orangutan yang Nyaris Mati di Kaltim Diberi Nama Mei

Kondisi Membaik, Orangutan yang Nyaris Mati di Kaltim Diberi Nama Mei

- detikNews
Sabtu, 17 Mei 2014 02:23 WIB
Kondisi Membaik, Orangutan yang Nyaris Mati di Kaltim Diberi Nama Mei
Samarinda - Kondisi Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) dari Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang sempat ditemukan nyaris mati, hari ini kondisinya mulai membaik. Satwa primata berkelamin betina itu diberi nama Mei.

Menempuh perjalanan darat, Mei tiba dari kota Bontang menuju lokasi rehabilitasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim pada Kamis (15/5/2014) malam kemarin. Mei berada dalam perawatan intensif tim dokter hewan dari Centre Orangutan Protection (COP).

"Koordinasi terus dengan tim medis hewan COP. Sekarang kondisinya sudah mulai membaik, sudah mau makan pisang dan berinteraksi dengan manusia," kata petugas BKSDA Kaltim Regional Seksi Wilayah II Tenggarong, Ahmad Rifai, kepada detikcom saat dihubungi, Jumat (16/5/2014).

Kondisi Mei yang mulai membaik setelah sebelumnya luka-luka yang dialaminya berhasil dijahit. Luka-luka parah yang dialami Mei di antaranya berada di lengan kanan, bibir serta punggung.

"Iya, giginya hancur. Sekarang dalam proses rehabilitasi dan bisa diinfus. Ya itu, sudah bisa makan pisang dan minum susu. Kondisinya dikontrol 2 kali sehari oleh tim medis," ujar Rifai.

Rifai menerangkan, pemberian nama terhadap sang orangutan betina itu, berlangsung saat di kota Bontang setelah sebelumnya dia diserahkan salah seorang warga Bengalon, Badrul Arifin, dalam kondisi penuh luka-luka, ke pos Balai Taman Nasional Kutai (TNK) di jalan poros Sangatta-Bontang, Rabu (14/5/2014) lalu.

"Sederhana, karena itu Orangutan betina dan ini bulan Mei, untuk itu dia diberi nama Mei," tutup Rifai.

Individu Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) dalam kondisi terluka bacok dan terikat ditemukan warga Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Selasa (13/5/2014) lalu dan diserahkan ke Pos Balai Taman Nasional Kutai, sehari kemudian. Kondisi fisik orangutan tersebut sangat lemah dan nyaris mati. Dengan serangkaian luka di tubuhnya, diduga kuat orangutan itu mengalami penyiksaan. Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan dan memburu pelaku penganiayaan satwa primata itu.


(rmd/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads