Ketua Komite Konvensi Maftuh Basyuni membacakan satu persatu hasil survei 11 peserta konvensi capres di Kantor DPP PD di Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014). Dahlan Iskan disebut pertama kali lantaran memiliki elektabilitas tertinggi di antara para peserta konvensi capres PD.
Berdasarkan hasil survei dari tiga lembaga yang dilibatkan yakni Lembaga Survei Indonesia, MarkPlus, dan Populi, Dahlan memuncaki klasemen konvensi PD. Posisi tertinggi Dahlan diraih pada Mei 2014, survei Populi menunjukkan Dahlan menembus 23%.
Namun Dahlan justru tak tampak hadir di acara pengumuman tersebut. Rupanya Dahlan menyadari peluangnya dicapreskan PD sudah habis.
"Ibaratnya, dapat cokelat yang enak tapi cokelat sudah diambil orang. Misal saya senang tapi harus realistis. Semakin sulit atau mustahil jadi capres atau cawapress," kata Dahlan kepada wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (16/5/2014).
Dahlan menuturkan dirinya sangat realisis. Dahlan tak ingin terjebak dengan kekecewaan.
"Semua yang berpikir sehat itu biasanya punya sikap realistis. Saya mau pikir sehat. Orang berpikir sehat tapi nggak realistis itu kelihatan lucu atau aneh. Kelihatan seperti sumur cari timba," katanya.
Memang hasil konvensi capres PD tak langsung ditindaklanjuti dengan pengumuman prospek pemenang konvensi. Ketua Umum PD SBY menegaskan partainya baru akan menentukan siapa capres, cawapres, maupun arah koalisinya di Rapimnas pada 18 Mei mendatang.
Dalam pidato politik menutup konvensi capres, SBY mengemukakan elektabilitas capres peserta konvensi tidak mampu menandingi capres unggulan saat ini. Hal ini ditegaskan membatasi pilihan koalisi PD.
"Saya ulangi lagi dengan 10% suara maka ada keterbatasan bagi Partai Demokrat untuk mencalonkan capres sendiri. Meskipun saya bangga, tetapi saya tahu kali ini elektabilitas mereka masih di bawah unggulan. Dengan elektabilitas yang juga belum setinggi capres papan atas yang membatasi pilihan PD," kata SBY.
Lalu bagaimana nasib Dahlan Iskan yang sudah susah payah memenangkan konvensi capres PD? Apakah Dahlan akan menjemput takdirnya jadi presiden atau harus gigit jari?
(van/trq)











































