"Ibaratnya, dapat cokelat yang enak tapi cokelat sudah diambil orang. Misal saya senang tapi harus realistis. Semakin sulit atau mustahil jadi capres atau cawapress," kata Dahlan kepada wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (16/5/2014).
Dahlan menuturkan dirinya sangat realisis. Dahlan tak ingin terjebak dengan kekecewaan.
"Semua yang berpikir sehat itu biasanya punya sikap realistis. Saya mau pikir sehat. Orang berpikir sehat tapi nggak realistis itu kelihatan lucu atau aneh. Kelihatan seperti sumur cari timba," katanya.
Dia kemudian meminta maaf gagal mendongkrak suara PD. Sehingga PD tak bisa mengusung capres.
"Seperti dapat cokelat. Saya nggak dapat makan. Saya minta maaf ke Demokrat, nama saya nggak bisa angkat," pungkasnya.
(van/trq)











































