"Sementara Jokowi 40 persen dan Prabowo 35 persen. Ini kan sangat jauh sekali," kata Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat VII, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).
Melihat hasil tersebut dan perolehan suara pada pemilihan anggota legislatif 9 April lalu yang hanya 10 persen, menurut Syarief Partai Demokrat dalam posisi tidak mudah. Apabila ingin membangun koalisi, maka partai berlambang segitiga biru itu harus menggandeng partai lain yang perolehan suaranya mencapi 14 persen.
Sehingga tidak mungkin Partai Demokrat mengajukan capres. Peluang yang ada jika membangun koalisi adalah mengajukan cawapres. Namun masalahnya konvensi digelar untuk mencari calon presiden. "Masalahnya di situ bagi Partai Demokrat," kata Syarief.
Keputusan soal sikap Partai Demokrat akan ditentukan pada rapat pimpinan nasional yang akan digelar mulai 18 Mei lusa. Dalam rapimnas tersebut nanti akan dibahas tiga opsi yang kini masih dimiliki oleh Demokrat. Yakni, bergabung dengan salah satu poros koalisi, membentuk poros baru, atau netral di luar pemerintahan.
Terkait peluang membangun koalisi dengan Partai Golongan Karya, Syarief mengatakan kemungkinan itu bisa saja terjadi. Penjajakan koalisi dua partai tersebut juga terus dilakukan
"Mudah-mudahan kesamaan platform yang bisa kita bangun bersama. Timnya kan sudah ada," kata politisi yang kini masih menjabat Menteri Koperasi dan UKM itu.
(erd/van)










































