"Saya ingin menyampaikan kepada seluruh rakyat bahwa konvensi sesungguhnya merupakan cara terbaik menurut keyakinan saya untuk mempersiapkan capres yang siap kompetisi dengan partai lain," kata SBY di Kantor DPP PD, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).
SBY menuturkan, konvensi capres yang dipraktikkan PD adalah tradisi politik yang baik. Proses panjang konvensi capres PD selama 8 bulan telah membuka mata bahwa sebelas peserta konvensi PD memiliki kapabilitas, visi, dan solusi atas persoalan rakyat.
"Sebelas peserta ini memiliki potensi dan siap untuk kompetisi dalam pemilihan presiden. Hampir 10 tahun mengemban tugas di negeri ini juga mempunyai policy maker atau pun leader untuk lima tahun mendatang," katanya.
Namun SBY tak memungkiri elektabilitas sebelas peserta konvensi capres PD tidak setinggi capres papan atas. Namun Presiden SBY tak berkecil hati.
"Tidak pernah ada sesuatu yang sia-sia karena saya meyakini cara inilah demokrasi bukan soal suka atau tidak suka. Yang harus kita tampilkan adalah putra-putri terbaik bangsa," katanya.
SBY kemudian bicara tentang sikap dan arah koalisi PD. Apakah PD akan mendukung Jokowi, Prabowo atau membangun koalisi sendiri. Saat ini memang banyak pihak menunggu sikap king maker SBY.
"Partai Demokrat menyadari bahwa untuk Pemilu 2014 ini suara kami hanya 10% barangkali rakyat untuk kali ini lebih mengharapkan partai lain. Barangkali ini, dengan suara 10% berbeda dengan 2004 dan 2009, maka sekali lagi itu membatasi Partai Demokrat untuk mencalonkan capres sendiri. Kalau bisa ada calon alternatif, kalau bisa Demokrat bergabung dengan yang lain," kata SBY.
"Saya ulangi lagi dengan 10% suara maka ada keterbatasan bagi Partai Demokrat untuk mencalonkan capres sendiri. Meskipun saya bangga, tetapi saya tahu kali ini elektabilitas mereka masih di bawah unggulan. Dengan elektabilitas yang juga belum setinggi capres papan atas yang membatasi pilihan PD," imbuh SBY.
Dengan teori ini, menurut SBY, PD masih bisa berkoalisi dengan Golkar. Namun proses seperti ini tidaklah mudah.
"Karena pastilah masing-masing mengerti kemampuannya. Ketika saya maju sebagai capres maka itu harus diambil dengan perhitungan cermat. Apabila melakukan yang saya sebut salah perhitungan, oleh karena itu harus cermat. Kemungkinan untuk menang besar. Dalam konteks inilah sebenarnya Partai Demokrat masih bekerja," kata SBY.
"Empat hari ini masih ada waktu untuk menentukan posisi. Ada advantages dan disadvatages. Semua tentu kita perhitungkan. Kehendak untuk koalisi tak mungkin PD berkoalisi dengan kekuatan yang tak punya keinginan untuk apapun. Kita menuju kepada kekuatan yang lain yang barangkali menginginkan PD berkoalisi dengan itu. Harus jelas betul platformnya termasuk kebijakan dan solusi," lanjutnya.
Menurut SBY, PD tak mungkin bergerak dalam satu kubu yang tak tepat. SBY menegaskan PD tak mungkin memilih berkoalisi jika apa yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. PD baru akan mengambil sikap resmi di Rapimnas 18 Mei mendatang.
"Kali ini Insya Allah di waktu akan datang akan berubah. Memimpin negara tak sama dengan memimpin perusahaan atau organisasi apa pun. Hari ini, besok, lusa, sampai dengan tanggal 20 Mei 2014. Kalau pada tanggal 18 Mei mendatang kami harus mendengar suara Partai Demokrat sungguh pun saya sudah memiliki opsi tetapi juga harus mendengarkan aspirasi dari para pimpinan. Itulah yang ingin saya inginkan, biarkan rakyat tahu harus seperti itu," pungkasnya.
(van/nrl)











































