Perebutan Ketum Golkar
Akbar & Wiranto Bagi-bagi Jabatan
Sabtu, 18 Des 2004 20:28 WIB
Jakarta - Menjelang pemilihan Ketua umum Partai Golkar, persaingan antar kandidat semakin sengit. Dari empat bakal calon ketua umum partai berlambang pohon beringin ini, tampaknya sudah mengerucut ke kubu Akbar Tandjung dan kubu M Jusuf Kalla. Sementara, Marwah Daud Ibrahim dan Slamet Effendy Yusuf belum mendapat dukungan yang signifikan.Sampai hari ke-3, Sabtu (18/12/2004) Munas VII Partai Golkar yang berlangsung di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, kubu Jusuf Kalla tetap optimis dengan paket trio Kalla, Agung Laksono dan Surya Paloh bakal memenangkan pertarungan.Sementara, kubu Akbar Tandjung yang mendapat dukungan kuat dari pengurus DPP Partai Golkar dan beberapa wilayah terus menggalang dukungan. Terakhir kandidat calon ketua umum Wiranto akhirnya mendukung kubu Akbar Tandjung.Dukungan terhadap Wiranto terhadap Akbar Tandjung tampaknya tak main-main. Sumber detikcom yang mengikuti munas Partai Golkar menyebutkan antara Akbar dan Wiranto telah mencapai kesepakatan-kesepakatan sehingga mereka sepakat menjadi satu paket. "Masing-masing pihak telah sepakat menjalin kerjasama mendukung Akbar menjadi ketua umum dan Wiranto menjadi ketua dewan penasehat," kata sumber tersebut.Kesepakatan antara kubu Akbar dan Wiranto tersebut dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan di atas materi Rp 6 ribu ini dilakukan oleh Akbar Tandjung, Wiranto, dan diketahui oleh Oetojo Oesman dan Harmoko. Akbar disepakai menjadi menjadi ketua umum, sedang Wiranto menjadi ketua dewan penasehat. Selain itu kabarnya Wiranto disepakati menjadi kandidat calon presiden pada pemilu tahun 2009 nanti.Ternyata tak hanya sampai disitu. Tak tahu dari mana dasar pijakan kesepakatan ini, Wiranto masih akan diberi keleluasaan untuk ikut menyusun kepengurusan DPP Partai Golkar. "Wiranto dapat 30 persen pengurus DPP, artinya nanti akan diberikan kepada kubu Wiranto," ungkap sumber tersebut.Ketika kabar ini dikonfirmasi ke salah seorang tim sukses Wiranto, yakni Indra Bambang Utoyo, ia tak membenarkan atau menyalahkan. "Silahkan tanya langsung saja kepada yang bersangkutan. Saya juga mendapat informasi seperti itu," ujarnya.Kabar lainnya yang beredar, meski Wiranto sudah digaet kubu Akbar, tim Jusuf Kalla tak pantang menyerah dengan melobi tim Wiranto. Lobi tim Kalla terus dilakukan. Bahkan mereka berdua sudah melakukan pertemuan semalam."Saya dengar Wiranto juga ditawari posisi yang sama oleh kubu Kalla, yakni menjadi ketua dewan penasehat Partai Goplkar. Pos tersebut sebelumnya diberikan kepada Surya Paloh. Dan Surya Paloh kabarnya sudah oke jika posisinya diisi oleh Wiranto," kata sumber tersebut.
(gtp/)











































