Ahok Ingin Bangunan Liar di Tepi Rel Kereta Dirobohkan

Ahok Ingin Bangunan Liar di Tepi Rel Kereta Dirobohkan

- detikNews
Jumat, 16 Mei 2014 18:27 WIB
Ahok Ingin Bangunan Liar di Tepi Rel Kereta Dirobohkan
Jakarta - Banyaknya bangunan liar yang berdiri di pinggir rel kereta api tentu saja berbahaya dan membuat kumuh. Untuk itu, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahah Purnama (Ahok) berkeinginan agar pemukiman itu dirobohkan.

Ahok mengatakan, pemukiman di pinggir rel itu akan segera dirobohkan. Warganya kemudian diminta untuk pulang ke kampung masing-masing. Pihaknya juga akan meminta bantuan dari PT KAI.

"Kita mau bantu robohkan bangunan itu secara bertahap, tapi Kereta Api (PT KAI, red) yang bantu menemboknya. Dan mereka sudah setuju," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).

Ahok tidak akan memberikan rumah susun (rusun) bagi mereka yang terkena penertiban tersebut. Sebab banyak dari mereka yang bukan warga DKI.

"Kalau dulukan semua menunggu rusun, tapi ternyata rusun ini disewa-sewakan, jadi bukan orang DKI. Kalau dia orang DKI dia pasti nggak butuh rusun. Nah ini yang mau diusir. Kalau mereka sudah sewa, kami tunggu sewa sebulan. Kalau mau nyewa ya mereka bayar pajak. Nggak ada (rusun). Kita usir saja biar pulang ke kampungnya, kita sudah lakukan dan mereka pulang kampung," kata Ahok.

Lalu bagaimana jika ada yang membandel dan membangun perumahan lagi di sekitar rel?

"Karena itu tadi, kalau kita sudah robohkan, PT KAI yang harusnya bikin tembok. Sama seperti jalan inspeksi (jalur di bantaran sungai, red) kami robohkan. Kalau Anda nggak langsung cor beton, mereka pasti langsung bangun lagi. Masalahnya kalau langsung itu kita harus tender, dan itu lama. Tapi itu sudah bantu masuk ke e-catalogue. Kalau memang bisa, kita panggil mereka langsung cor," jelas Ahok.

"Solusi terbaik, ya usir pulang kamung, balik lagi. Ini ada Dinas Sosial lapor mereka yang diusir-usir itu balik lagi," tambah Ahok.

(ros/jor)


Berita Terkait