Mendikbud: Ada Oknum Kepala Sekolah Lakukan kecurangan Saat UN

Mendikbud: Ada Oknum Kepala Sekolah Lakukan kecurangan Saat UN

- detikNews
Jumat, 16 Mei 2014 17:47 WIB
Mendikbud: Ada Oknum Kepala Sekolah Lakukan kecurangan Saat UN
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut ada sejumlah sekolah yang melakukan kecurangan saat penyelenggaraan UN tingkat SMA. Bentuk kecurangan itu dengan memberikan kunci jawaban kepada para siswa.

"Ya memang ada oknum kepala sekolah yang sudah teridentifikasi melakukan kecurangan, kami proses bahkan saya pun juga sampaikan pada pemdanya untuk berikan sanksi seberat-beratnya, terutama kepada Kepsek dan guru," kata Mendikbud M Nuh, di Kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).

Kendati demikian, M Nuh menjelaskan, pihaknya akan melakukan analisis lebih lanjut untuk memastikan apakah siswa menggunakan bocoran kunci jawaban tersebut atau tidak. Sebab, sangat tidak masuk akal siswa yang melakukan kecurangan meraih nilai rata-rata di bawah 5. Jika benar-benar curang dan sifatnya masif, maka nilai rata-ratanya akan di atas 8 atau 9.

"Apakah hasil kecurangan itu dipakai oleh anak-anak? Ada anak yang jujur, ada yang baik, dari situlah kami analisis. Insya Allah hari Senin akan saya tunjukkan bagaimana hasil analisisnya, itu untuk memastikan, meyakinkan bahwa ada yang tidak serta merta. Jadi 'ndak' fair juga kalau itu dipastikan curang," ujarnya memaparkan.

Nuh menegaskan, pihak sekolah yang terbukti melakukan kecurangan akan ditindak. Sedangkan yang mengarah ke kriminalitas akan diproses pihak kepolisian.

"Penindakannya kita pisahkan, kalau ada yang terbukti mengarah ke kriminalitas, ya kita proses, polisi yang memproses tentunya, itu sudah kita lakukan. Bahkan sanksi konsekuensi dari itu, kepala dinas kabupaten kota setempat, akan menindaklanjuti," katanya.

Namun, M Nuh belum bersedia menyampaikan sekolah-sekolah mana saja yang terindikasi melakukan kecurangan. Menurutnya, ia akan sampaikan pada hari Senin (19/5/2014) mendatang.

"Saya tidak bisa menyampaikan itu, nanti akan saya sampaikan insya Allah hari Senin, kira - kira jam 9 atau 10, saya akan press conprence mengenai hasil UN," ujarnya.

(idh/ndr)


Berita Terkait