Dalam daftar perolehan kursi yang sudah ditetapkan KPU seperti dikutip, Jumat (16/5/2014), NasDem yang berada di posisi ke-8 tercatat memperoleh 8.402.812 suara (6,7%) pada pemilu legislatif, dengan jumlah 35 kursi.
Adapun di bawahnya, ada PPP yang mendapat suara lebih sedikit yaitu 8.157.488 (6,53%) atau hanya beda 254.324 suara, tapi perolehan kursinya 4 kursi lebih banyak dibanding NasDem, yaitu 39 kursi. Apa penyebabnya?
"Ini disebabkan kursi yang tersedia tersebar di daerah pemilihan (dapil). Semakin tersebar perolehan suara partai, semakin berpeluang bagi partai itu untuk memeroleh kursi," kata pengamat pemilu Direktur Sigma Said Salahudin kepada detikcom, Jumat (16/5/2014).
Kedua, hal ini terkait dengan sistem pembagian kursi berdasarkan suara terbanyak yang dibagi sampai habis di dapil bersangkutan dalam dua tahap. Sisa suara partai menjadi sangat menentukan dalam perhitungan ini.
Pada tahap satu, perolehan suara parpol akan diperhitungkan dengan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Sementara pada tahap kedua, sisa kursi dibagi habis berdasarkan urutan sisa suara terbanyak yang diperoleh parpol.
Misal, kalau di suatu dapil tersedia 6 kursi: Parpol A memperoleh 120 ribu suara, Partai B 80 ribu, Partai C 70 ribu, Partai D 60 ribu, Partai E 50 ribu, dan Partai F 40 ribu, sedangkan BPP didapil itu 100 ribu. Maka Parpol A pada tahap satu langsung mendapatkan satu kursi, sedangkan tahap kedua kursi akan dibagikan berturut-turut kepada Parpol B , C, D, E, dan F.
"Jadi, sekalipun jumlah perolehan suara Parpol A tiga kali lipat lebih banyak dari Parpol F, tetap saja kedua parpol itu masing-masing mendapatkan satu kursi," jelasnya.
Selain itu, faktor alokasi kursi di suatu dapil terkadang juga ikut menentukan. Ini terjadi karena di dapil yang punya kursi gemuk, seperti di Jawa Barat misalnya, PPP mendapatkan 6 kursi lebih banyak dari Partai NasDem.
Hal yang sama terjadi pada PKB dan PAN di Pemilu 2014. Secara akumulasi perolehan suara PKB di tingkat nasional lebih besar dari PAN, tetapi kursi yang didapatkan oleh PAN ternyata lebih banyak dari PKB.
"Ini akibat suara PAN lebih tersebar dibanyak dapil dibandingkan dengan PKB. PKB hanya menang atas PAN di 3 provinsi saja, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan, sementara PAN mendapat kursi lebih banyak dari PKB di 11 Provinsi," Said menguraikan.
(iqb/brn)











































