Saat mendapat giliran jumpa pers, Hatta menyampaikan kelegaannya karena CT yang dipilih SBY sebagai penggantinya. Pria yang sudah dikenalnya selama puluhan tahun itu, adalah seorang pekerja keras dan memiliki jaringan yang luas.
"Kita tidak perlu lihat Pak Chairul menyesuaikan diri atau belajar. Beliau bisa langsung lari dalam waktu singkat ini," kata Hatta di kantor presiden, Jl Veteran, Jakpus, Jumat (16/5/2014). Dalam jumpa pers itu, Presiden SBY dan CT berada di sisi Hatta.
Menurut Hatta, CT bisa meningkatkan apa pun yang sudah dicapainya selama ini dalam bidang ekonomi. Dia berharap, semua pihak dapat bersatu mendukung program CT.
Dalam kesempatan itu, Hatta juga mengungkapkan alasannya mundur dari jabatan yang sudah diemban selama periode kepimpinan SBY tersebut. Demi menghindari konflik kepentingan saat Pilpres nanti, Hatta merasa keputusan itu harus diambil.
"Etika dan budaya politik tidak membenarkan saya sambil memiliki niat untuk berkiprah lebih jauh di politik tapi pegang jabatan publik. Oleh karena itu, setelah proses matang, saya izin ke Presiden untuk ajukan permohonan diri," paparnya.
Di akhir konferensi pers, Hatta mengucapkan terima kasih pada SBY atas kebersamaan selama ini. Hatta yang juga berbesanan dengan SBY ini merasa sudah berbuat maksimal selama menjabat, walau tentu saja tak lepas dari kekurangan.
"Sebagai manusia biasa banyak kekurangan dan banyak hal yang belum dituntaskan. Namun pekerjaan pembangunan never ending goal," ungkapnya.
(mpr/mad)











































