"Dalam survei kita, Jokowi-Puan masih lebih unggul dari Prabowo. Tapi tidak setinggi Jokowi-JK. Tapi itu beberapa bulan lalu," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Jumat (16/5/2014).
Indo Barometer melakukan survei duet Jokowi-Puan dihadapkan dengan Prabowo-Hatta pada 14 β 25 Februari 2014. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang (margin of error sebesar Β± 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%).
Berikut peta kekuatan simulasi 3 pasangan capres:
Simulasi 1:
Jokowi-JK: 37,9%
Prabowo-Hatta: 20,8%
Aburizal Bakrie-Muhaimin: 12,9%
Tidak akan memilih: 2,5%
Rahasia: 2,3%
Belum memutuskan: 16,8%
Tidak tahu/tidak menjawab: 6,7%
Simulasi 2:
Jokowi-Puan Maharani: 35,0%
Prabowo-Hatta Rajasa (23,6%)
Aburizal Bakrie-Muhaimin (13,1%)
Tidak akan memilih: 1,2%
Rahasia: 2,3%
Belum memutuskan: 18,1%
Tidak tahu/tidak menjawab: 6,8%
Menurut Qodari, saat ini Prabowo cenderung menguat. Jokowi perlu memilih cawapres yang kuat untuk menumbangkan Prabowo.
"Dengan kondisi sekarang di mana Prabowo menguat, idealnya wakil Jokowi adalah figur yang terkuat," katanya.
(van/nrl)











































