WHO Nilai MERS Belum Menular dari Manusia ke Manusia

WHO Nilai MERS Belum Menular dari Manusia ke Manusia

- detikNews
Jumat, 16 Mei 2014 14:10 WIB
Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berada di bawah naungan PBB sudah melaksanakan pertemuan terkait wabah Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV). Virus yang menyerang pernafasan ini dinilai WHO kini semakin serius untuk dihadapi.

"Setelah diskusi panjang maka Emergency Committe menyampaikan bahwa walau masalahnya memang makin serius, tapi tidak ada bukti ilmiah sustained human-to-human transmission," jelas Kepala Balitbang Kemenkes Prof Tjndra Yoga Aditama dalam siaran pers, Jumat (16/5/2014). Prof Tjandra adalah salah satu dari 15 ahli yang ikut dalam komite WHO ini. Rapat komite telah dilakukan pada 13 Mei lalu.

"Anggota Committee menyimpulkan bahwa saat ini untuk MERS CoV belum terjadi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), atau belum terjadi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)," jelas Tjandra.

Pada rapat itu, 13 negara yang punya kasus MERS CoV melaporkan situasi negaranya masing-masing yakni Mesir, Yunani, Yordania, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Oman, Filipina, Qatar, Saudi Arabia, AS, dan Yaman.

Komite melihat adanya peningkatan kasus yangg tajam dalam 2 bulan ter‎akhir ini, kemudian perlunya dilakukan pencegahan infeksi, kesenjangan informasi, dan kemungkinan penyebaran kasus ke negara yang rentan.

Emergency Committe yang lalu juga menyampaikan agar WHO dan negara-negara anggota WHO untuk segera melakukan langkah:

· Memperbaiki sistem pencegahan dan penanggulangan infeksi di fassilitas pelayanan kesehatan

· Memulai dan meningkatkan investigasi secara kritis, termasuk penelitan case-control, serologi, lingkungan, dan penelitian pada hewan.

· Mendukung negara-neara yang rentan, khusus di sub-Saharan Africa;

· Meningkatkan identifikasi dan penanganan kasus/pasien dan kontak disekitarnya

· Meningkatkan penyuluhan menjalankan komunikasi risiko secara aktif ke masyarakat luas, petugas kesehatan, kelompok risiko tingggi dan penentu kebijakan publik.

· Memperkuat intersectoral collaboration dan tukar menukar informasi antar kementerian di suatu negara, dan dengan organisasi internasional seperti WHO, World Organization for Animal Health (OIE), Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO);

· Membuat pedoman dan anjuran pada pengumpulan massa yang banyak (mass gatherings) untuk mencegah penularan berkelanjutan dari MERS-CoV;

· Memberikan informasi WHO, sesuai International Health Regulations (2005).

(nal/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads