"Perjalanan ini gemerlap bkn krn lampu berongkos rupiah tp krn kristal keringat ribuan Relawan Nol-Rupiah di seluruh negeri. #MemilihOptimis," tulis Anies melalui akun Twitternya seperti dikutip detikcom, Jumat (16/5/2014).
Relawan nol rupiah menurut Anies, mengenalkan aktivitasnya di bus kota, angkot, rumah, kampus, kantor, cafe, twitter, facebook dan ke tetangga. Anggota relawan nol rupiah juga membayar 'iuran', tapi tak semata berwujud uang. Melainkan iuran waktu, tenaga, ide, uang & barang. "Sebuah iuran kolosal yg luar biasa," tulis Anies.
"Relawan Rp 0 ini nyata. Ada nama, alamat, tlp, email. Anak2 bangsa punya harga diri, anak yg dibanggakan Ibunya," lanjut Anies.
Ribuan relawan itu menurut Anies, senantiasa tersenyum meski tak jarang mendapat cibiran. Mereka yakin karena dalam melakukan aktivitas bukan sekadar bermodal nama, tapi juga membawa ide. Tak hanya membawa cita-cita tetapi mengusung misi fokus pada manusia agar sehat, terdidik dan makmur.
"Para relawan @turuntangan ini bekerja dengan hati & sepenuh hati. Warna mereka selalu merah-putih," tulis Anies.
(erd/trq)











































