Pertamina Naikan Harga Elpiji, Pertamax, & Pertamax Plus

Pertamina Naikan Harga Elpiji, Pertamax, & Pertamax Plus

- detikNews
Sabtu, 18 Des 2004 19:13 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) secara resmi menaikkan harga jual liqiud petroleum gas (LPG/elpiji), Pertamax, dan Pertamax plus, terhitung mulai Minggu (19/12/2004) pukul 00.00 WIB. Kenaikan bervariasi antara 40 persen hingga 60 persen. Harga elpiji yang sebelumnya Rp 3.000 per kilogram menjadi Rp 4.250 per kilogram. Khusus di Batam, Kepulauan Riau, harga elpiji menjadi Rp 4.800 per kg dari Rp 3.500 per kg. Sedangkan harga Pertamax yang semula Rp 2.450 per liter menjadi Rp 4.000 per liter. Harga Pertamax Plus dari Rp 2.750 per liter menjadi Rp 4.200 per liter.General Manager Gas Domestik Pertamina Achmad Faisal, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (18/12/2004), menyatakan ketiga produk non-BBM ini dinaikan agar perusahaan dapat menuai profit serta memberikan konstribusi keuntungan pada negara berupa deviden. Ketiga produk di atas tidak lagi diatur oleh pemerintah dan menjadi komoditas komersil. "Alasan utama penyesuaian harga, diantaranya karena tingginya harga minyak dunia," kata Faisal.Menurut Faisal, dari kenaikan harga elpiji sekitar 40 persen Pertamina hanya mengambil keuntungan sekitar Rp 275 per kilogram. Sementara untuk produk Pertamax, Pertamina hanya meraup keuntungan sekitar Rp 100 per liter.Menurut Faisal, bisnis elpiji merupakan bisnis yang tidak diatur dalam tata niaga. Artinya, tidak ada monopoli dan siapapun bisa bermain di segmen ini. Maka kenaikan harga elpiji ini diharapkan bisa memberi peluang pada investor lain agar mau masuk ke bisnis ini dan bisa memberikan keuntungan yang wajar bagi produsen.Mengenai kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Plus, menurut Faisal, sama sekali tidak terkait dengan kelangkaan yang terjadi pekan lalu. Direktur Pemasaran Pertamina, Arie Sumarno, menyatakaan kelangkaan terjadi karena keterlambatan kedatangan beberapa komponen untuk pembuatan Pertamax yang diimpor dari Singapura. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads