Yayasan Pendidikan Islam Buntet Dukung Hasyim Muzadi
Sabtu, 18 Des 2004 18:43 WIB
Jakarta - Sejumlah kiai yang tergabung dalam Yayasan Islam Buntet, Cirebon menyatakan mendukung kepemimpinan Hasyim Muzadi sebagai Ketua Umum PBNU. Diduga ada pihak-pihak yang memanfaatkan keuzuran KH Abdullah Abbas, pendiri Ponpes Buntet sehingga mendukung Gus Dur. Para kiai Buntet menemui Hasyim Muzadi di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (18/12/2004) sekitar pukul 16.00 WIB. Pertemuan mereka dengan Hasyim berlangsung tertutup.Para kiai itu antara lain Ketua yayasan pendidikan Islam Buntet pesantren KH Adib Rofiuddin Ihza, Sekretaris bidang pendidikan Buntet Pesantren KH Aris Ni'matullah, salah satu pendiri Buntet Pesantren Salim Effendi Anas."Kami menerima, menghormati dan menghargai hasil muktamar. Secara kelembagaan kami mendukung KH Hasyim Muzadi," kata Adib Rofiuddin Ihza.Ditanya pernyataan Gus Dur yang mengaku mendapat dukungan dari sesepuh dan pendiri Ponpes Buntet KH Abdullah Abbbas, Adib menyatakan hal itu terjadi dengan memanfaatkan keuzuran Abdullah Abbas. "KH Abbas sudah uzur dan sepuh. Dengan keuzuran beliau banyak yang memanfaatkan," kata Adib. Sementara Hasyim Muzadi menyatakan, kedatangan para kiai dari Buntet itu untuk memberi tahu kepada dirinya tentang tidak dilibatkannya mereka dalam pertemuan Abdullah Abbas dengan Gus Dur yang menghasilkan mandat pembentukan NU tandingan. "Mereka tadi datang memberitahu saya kalau mereka tidak dilibatkan dalam pertemuan antara Gus Dur dengan KH Abdullah Abbas, 7 Desember 2004. Padahal untuk mengatasnamakan Buntet harus atas nama yayasan," kata Hasyim.Hasyim juga menolak berkomentar tentang rencana Gus Dur menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk membentuk NU tandingan. "Saya tidak perlu menanggapinya (MLB). seseorang boleh-boleh saja berwacana. Tapi tak perlu menstrukturkan diri. Selama itu menjadi wacana saya tak perlu menanggapi," katanya.
(iy/)











































