"Deja vu 2004. Koalisi kerakyatan (PD, PAN, PPP, PKB) vs koalisi kebangsaan (PDIP, Golkar, PKB, PBR). Di 2014 ini PD diganti Gerindra sebagai pengusung capres," kata Waketum PAN Dradjad Wibowo kepada wartawan, Jumat (16/5/2014).
Peta koalisi seperti saat ini, menurut Dradjad mirip dengan 10 tahun lalu. Kala itu SBY muncul sebagai fenomena memenangkan Pilpres meski diusung oleh PD yang belum jadi parpol nomor satu.
"Deja vu dalam pengertian populer bukan dalam arti yang sebenarnya. Dalam pengertian populer itu seperti sesuatu yang terulang kembali. Dalam pengertian aslinya sudah pernah terlihat. Sesuatu yang kita merasa sudah pernah lihat atau alami tapi sebenarnya belum," kata Dradjad.
Lalu akankah koalisi PAN, PPP, PKS dan Gerindra yang mengusung Prabowo sebagai capres bakal berjaya? Akankah PD kembali bergabung dalam poros koalisi ini?
(van/erd)











































