Orangutan di Kaltim Juga Alami Luka Mirip Kena Tembak

Orangutan di Kaltim Juga Alami Luka Mirip Kena Tembak

- detikNews
Jumat, 16 Mei 2014 01:24 WIB
Orangutan di Kaltim Juga Alami Luka Mirip Kena Tembak
Samarinda - Luka-luka yang diderita Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) asal Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, benar-benar memprihatinkan. Kini satwa primata itu mengalami trauma berat.

"Selain luka bacok, juga ada luka berlubang dan sudah bernanah. Luka berlubang itu seperti luka bekas tembak atau tombak," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Sangatta, Hernowo Suprianto, kepada detikcom, Kamis (15/5/2014) malam.

Hernowo menerangkan, kondisi terkini itu berdasar pengamatan seksama yang dilakukan tim medis hewan dari Centre Orangutan Protection (COP) serta petugas Balai Taman Nasional Kutai (TNK) Pos Sangkima. Bahkan, luka-luka yang dialami satwa primata itu juga ditemukan di telapak tangan kanannya. Dugaan penyiksaan pun semakin kuat.

"Telapak kaki kanannya juga luka dan sekarang dia tidak bisa memanjat lagi. Bahkan waktu pertama kali kami terima dari warga itu, cari urat untuk diinfus saja sudah tidak bisa. Jadi, tidak bisa diinfus," ujar Hernowo.

"Pun dikasih makan juga sudah susah mengunyah karena ya itu, mulut robek, gusi dan gigi hancur. Kondisinya benar-benar memperihatinkan dan memang benar-benar memerlukan perawatan intensif," tambahnya.

Diperkirakan orangutan itu telah mengalami trauma berat diduga akibat mengalami penyiksaan. Hal itu diketahui setelah tidak lagi dalam pengaruh obat bius yang diberikan tim medis.

"Iya mas, dia seperti trauma dan jadi beringas. Kemungkinan karena sudah merasa sangat kesakitan akibat luka-luka yang di badan dan organ tubuhnya," ungkapnya.

Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) dalam kondisi terluka bacok dan terikat ditemukan warga Bengalon lalu dan diserahkan ke Pos Balai Taman Nasional Kutai. Kondisi fisik orangutan tersebut sangat lemah dan nyaris mati. Dengan serangkaian luka di tubuhnya, diduga kuat orangutan itu mengalami penyiksaan. Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan dan memburu pelaku penganiayaan satwa primata itu.

(mok/mok)


Berita Terkait