"Pengangkutan sampah pada malam hari pun untuk mengurangi bau tak sedap dari pengangkutan sampah. Sekaligus kurangi kepadatan lalu lintas di jam kerja," kata Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah dalam siaran persnya kepada detikcom, Kamis (15/2/2014).
Arief mengatakan, pengangkutan sampah pada malam hari merupakan terobosan dalam rangka untuk menciptakan wilayah yang bersih. Selain itu, peningkatan penduduk di Kota Tangerang menyebabkan secara otomatis timbunan sampah meningkat.
"Maka itu, kita buat strategi baru untuk pengelolaan sampah," ujarnya.
Dalam keterangannya, Arief menambahkan, Pemkot Tangerang bekerjasama dengan Lembaga Riset Muda Indonesia, mulai mengoperasikan inovasi teknologi pengolahan sampah CGC Sapu Jagat. CGC merupakan teknologi pengolahan sampah berbasis teknologi elektro plasma yang efektif dan mampu menghancurkan sampah dalam waktu satu jam dengan suhu 1.000 hingga 8.000 derajat celcius pada level 8.
CGC Sapu Jagat juga tidak mengeluarkan polusi asap, suara dan bau maupun kerusakan air dan tanah saat operasional kerjanya. Alat ini mampu mendaur ulang sampah menjadi energi listrik sampai dengan 100 KWH hingga 1 MWH di setiap titiknya.
(rvk/mok)











































