"Berdampak iya (tapi) tidak sistemik," kata JK di kediamannya, Jl Brawijaya, Jaksel, Kamis (15/5/2014).
Jawaban ini disampaikan JK menanggapi pernyataan ekonom Lin Che Wei yang menyebut dirinya tidak konsisten soal ada tidaknya krisis tahun 2008. Che Wei mengutip pemberitaan di Antara pada 14 November 2008 dimana JK menyebut Indonesia merasakan dampak krisis global saat itu.
"Lin Che Wei kan ekonom, bukti kan perlu kasih data-data apakah pertemuannya begini, apakah inflasinya. Nggak ada semua, sudah capek saya menjelaskan itu," ujar JK.
JK juga mengakui pelaksanaan plenary cabinet meeting pada 15 Oktober 2008 membahas dampak krisis global terhadap Indonesia. Rapat itu dimaksudkan untuk mempersiapkan ketahanan struktur perekonomian terhadap krisis global.
Dalam rapat itu disusun 20 program untuk mempertahanankan kondisi perekonomian. "Nggak ada itu mengatakan krisis besar. Nggak adalah itu, bolehlah kau ngomong Lin Che Wei yang mana disebut krisis besar itu?" kata JK.
JK pada persidangan Kamis (8/5) menyatakan kondisi ekonomi tahun 2008 terbilang baik. Dia membandingkan kondisi pertumbuhan ekonomi tahun 2008 positif 6,1 persen dengan inflasi 10 persen. Ini jauh berbeda saat krisis ekonomi terjadi tahun 1998 dimana tingkat inflasi mencapai 75 persen dan pertumbuhan ekonomi minus 15 persen.
Krisis global menurut dia berpengaruh terhadap nilai kurs rupiah termasuk sektor perekonomian lainnya. Namun dia memastikan, krisis yang terjadi tidak sebesar jika dibandingkan dengan krisis 98.
"Tapi saya dilapori bahwa APBN tetap bagus, kredit bagus, investasi bagus, pertumbuhan ekonomi tetap terjadi enam persen," ujar JK.
(fdn/nwk)











































