Demi Tiket KA Tambahan Lebaran, Rela Menginap di Kantor

Demi Tiket KA Tambahan Lebaran, Rela Menginap di Kantor

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2014 17:17 WIB
Demi Tiket KA Tambahan Lebaran, Rela Menginap di Kantor
Ilustrasi (Foto: Getty Image)
Jakarta - Pemburu tiket KA tambahan Lebaran harus memutar otaknya untuk mendapatkan tiket mudik. Menginap di kantor demi mendapatkan akses internet yang cepat untuk 'menyerbu' situs penjualan tiket KA pun dilakoni.

"Mendapat kabar bahwa tiket kereta api tambahan akan segera dibuka, saya dan teman saya bergegas melakukan rencana untuk membeli tiket secara online. Ya walau rencana sedikit aneh, kita menginap di kantor agar dapat tiket kereta secara online, karena saya pikir internet di kantor lebih cepat dari pada menggunakan HP smartphone," tutur Sandy Fauzan dalam emailnya kepada detikcom, Kamis (15/5/2014).

Rabu (14/5/2014) pukul 22.00-23.00 WIB, Sandy dan temannya yang menginap di kantor itu sudah 'menyerbu' situs www.kereta-api.co.id dan www.tiket.com dan masuk dengan mudah. Tiba saatnya pergantian hari, 'serbuan' mereka ke situs itu seperti diblok.

"Kami susah mengakses kedua situs tersebut, kami masuk waiting list dalam situs tiket.com sementara masuk situs kereta-api.co.id tidak bisa mengakses sama sekali. Kami pun gerah dengan keadaan sementara tiket belum di tangan," tuturnya.

Setelah 3 jam di depan 'perlengkapan perang' yakni komputer yang 'menyerbu' berkali-kali maka Sandy akhirnya menyerah.

"Saya dan teman saya berpikir ini adanya permainan dalam di pihak KAI. Karena dari tahun ke tahun saya tidak pernah mendapatkan tiket kereta api. Saya berharap pihak IT KAI lebih profesional karena pengakses banyak harusnya dia tahu apa yang harus dilakukan. Dan kami pun menyerah setelah 3 jam di depan komputer. Harapan saya dan teman saya ingin mendapatkan tiket kereta api, itu saja," tulisnya.

Menginap di kantor juga menjadi jurus jitu Yoga Herawan. Bahkan rekan-rekan Yoga ternyata banyak yang memiliki pemikiran sama, menginap di kantor untuk memanfaatkan koneksi internet menyerbu situs penjualan tiket KA.

"Saya memutuskan untuk begadang dan tidak pulang dari kantor. Untungnya di kantor saya tidak sendiri, banyak rekan karena yang ternyata berpikiran sama. Sambil menunggu jam 00.01, kami main PES sesekali merefresh akses ke situs KAI, tiket.com dll. Hasilnya, no hope, situs sudah tewas sebelum pukul 00.01 WIB. Hingga tiba pukul 00.01 WIB, situs masih tewas. Karena banyak sekali warga yang mengantre masuk situs itu," tutur Yoga dalam emailnya kepada detikcom.

Koneksi ke situs PT KAI sempat stabil, bahkan dirinya sempat memeriksa jadwal KA tambahan tanggal 23-27 Juli 2014. Namun, semua tertulis penuh.

"Kemudian saya tinggalkan akses ke KAI sejenak, dan kembali lagi pukul 01.30 WIB. Beruntung waktu itu koneksi ke KAI sudah lancar. Kemudian saya berhasil menyelesaikan transaksi hingga tiket tersebut di email ke saya. Keesokan harinya, saya pun pulang dengan hati gembira, tidak sia-sia saya begadang semalaman di kantor," tandas dia.

Sedangkan Rikki Febriansyah yang sudah standby di depan komputer 30 menit sebelum pergantian hari. 4 Jam berjibaku 'menyerbu' situs penjualan tiket KA, tiket tak dikantonginya.

"Saya udah pantengin nih komputer sepulang saya kerja, dari pukul 23.30 WIB sampai jam 03.30 WIB demi tiket balik kampung ke Malang tanggal 26 Juli tapi hasilnya nihil. Untuk masuk laman PT KAI aja susah. Saya kecewa banget dengan PT KAI. Pertanyaannya kemana perginya tiket-tiket itu," tulis Rikki mengungkapkan kekecewaan dalam emailnya.
(nwk/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini