"Tak tanggung-tanggung saya menyiapkan peralatan 'perang' mencari tiket tersebut. Mulai mengantre sebelum pukul 00.00 WIB di depan loket Alfamart sambil mantengin laptop serta gadget, saya juga lewat operator Alfamart. Tak cuma sampai di situ telepon call center pun saya lakukan dan hasilnya pun nihil. Web KAI sangat sulit diakses begitupun call center-nya," kata Margo Santoso dalam curahan hatinya melalui email kepada detikcom, Kamis (15/5/2014).
Margo menelepon call center KAI 121 yang hanya diterima mesin penjawab dengan nada tunggu selama 1,5 jam hingga pulsanya makin menipis. Tak putus asa, dirinya bersabar dan masih berharap mengakses situs KAI hingga pukul 03.45 WIB.
"Lagi-lagi semuanya tak membuahkan hasil. Jangankan registrasi memasukkan biodata, untuk masuk ke jaringannya pun susahnya minta ampun. Akhirnya saya menyerah ketika jam menunjukkan pukul 04.05 WIB. Peralatan perang untuk mencari tiket semuanya tak membuahkan hasil. Ini sangat menyedihkan dan membuat hati terasa dongkol dan jengkel," tuturnya.
Kesedihan dan kejengkelan yang sama juga dirasakan oleh ALvin Mubarak yang tak bisa masuk ke situs penjualan tiket milik PT KAI. Alvin sudah mencoba peruntungannya pada bulan lalu membeli tiket KA reguler untuk mudik namun gagal meski sudah begadang 5 malam. Saat tiket KA tambahan dijual, Alvin tak kunjung bisa masuk ke websitenya.
"Saya merasa dibohongi tiga kali lipat oleh KAI. Seperti pada bulan yang lalu 'perburuan' tiket hanya menjadi sia-sia, saya dan keluarga tidak dapat tiket yang dicari. Jika KAI memang belum siap dengan sistem online, kenapa harus memaksakan online. Jika alasannya demi perbaikan pelayanan dan memberantas calo. Saya mengatakan KAI gagal dua-duanya," kata Alvin yang membutuhkan 4 tiket KA kelas ekonomi tujuan Jakarta-Surabaya.
Sementara Yoyon Samiyono berhasil mendapatkan kode pemesanan namun saat membayar ke ATM malah gagal. Yoyon sudah berhasil masuk ke salah satu situs pemesanan tiket KA sejak pukul 00.00 WIB hingga berhasil mengeksekusi secara online pukul 02.30 WIB.
"Pukul 02.30 WIB saya keluar rumah dan ke ATM untuk pembayaran, tapi apa yang saya dapatkan, transaksi gagal total. Saya kira mesin ATM-nya yang rusak, saya pergi ke ATM yang lain, tapi tetap saja gagal total. Saya kecewa banget sama PT KAI," tulisnya.
(nwk/nik)










































