"Dahlan Iskan, Mahfud MD, dan Jusuf Kalla sangat tinggi jika disimulasikan dengan keempat capres yakni Aburizal Bakrie (Ical), Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto, dan Pramono Edhie Wibowo," tutur peneliti senior FFH, Dian Permata, di Kantor FFH, Jl Prapanca Raya, Kamis (15/5/2014).
Pemaparan survei ini bertajuk 'Mantenan Politik 2014-2019 Versi Rakyat vs Versi Elite?'. Survei dilaksanakan 11 April hingga 14 Mei. 2014 di 34 provinsi. Jumlah sampel 1.090 orang. Tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Margin of error kurang lebih 3 persen. Pengambilan data dilakukan lewat teknik wawancara dengan bantuan kuisioner. Responden adalah yang sudah memiliki hak pilih.
Berikut adalah simulasi 'mantenan (pernikahan)' capres-cawapres itu:
Capres Jokowi
1. Jokowi-Dahlan: 41,83 persen
2. Jokowi-JK: 40,73 persen
3. Jokowi-Mahfud MD: 40,55 persen
4. Jokowi-Hidayat Nur Wahid: 37,43 persen
5. Jokowi-Hatta Rajasa: 35,04 persen
6. Jokowi-Suryadharma Ali: 31,83 persen
7. Jokowi-Ryamizard Ryacudu: 30,09 persen
Capres Prabowo
1. Prabowo-Mahfud MD: 30,18 persen
2. Prabowo-Dahlan: 29,81 persen
3. Prabowo-JK: 28,07 persen
4. Prabowo-Hidayat Nur Wahid: 25,68
5. Prabowo-Hatta: 23,11 persen
6. Prabowo-Pramono Edhie: 21,00 persen
7. Prabowo-Suryadharma: 18,99 persen
Capres Pramono Edhie
1. Pramono-JK: 14,77 persen
2. Pramono-Mahfud MD: 13,11 persen
3. Pramono-Suryadharma: 8,16 persen
4. Pramono-Hatta: 7,52 persen
5. Pramono-Hidayat Nur Wahid: 6,97 persen
Namun demikian, karena aturan Permendagri, kans Dahlan Iskan untuk menjadi cawapres nomor satu menjadi lenyap. Praktis, Jusuf Kalla yang menjadi kandidat cawapres paling potensial jika disandingkan dengan Jokowi.
"Selama mendampingi SBY, Jusuf Kalla eksekutor ulung. Karena dia melakukan eksekusi-eksekusi kebijakan yang bagus," tutur pengamat politik LIPI, Siti Zuhro.
(dnu/mpr)











































