Fakta Menarik Tentang 10 Caleg DPR dengan Perolehan Suara Tertinggi (2)

Fakta Menarik Tentang 10 Caleg DPR dengan Perolehan Suara Tertinggi (2)

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2014 09:07 WIB
Fakta Menarik Tentang 10 Caleg DPR dengan Perolehan Suara Tertinggi (2)
Jakarta - KPU telah menetapkan caleg DPR RI terpilih dari 77 daerah pemilihan. Dari daftar perolehan suara, ada 10 caleg yang raupan suaranya tertinggi se-Indonesia.

Di antara 10 orang itu, ada caleg incumbent yang tentunya sudah memiliki basis massa sendiri. Namun ada pula wajah baru yang melenggang ke Senayan.

Siapa saja mereka? Lima caleg pertama sudah dibahas di artikel ini. Berikut adalah fakta menarik tentang caleg dengan perolehan suara tertinggi dari peringkat 6-10 yang dirangkum detikcom, Kamis (15/5/2014).


6. Nusron Wahid (Golkar): 243.021 suara

Nusron Wahid adalah caleg incumbent yang saat ini duduk di Komisi VI DPR RI. Politisi Golkar ini lolos dari Dapil Jateng II yang melingkupiΒ  Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, dan kabupaten Kudus.

Sejak Februari 2011, Nusron menjabat sebagai Ketua GP Ansor yang berafiliasi dengan organisasi agama terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama. Lulusan Universitas Indonesia ini sempat disebut-sebut cocok menduduki kursi Menpora yang tadinya diisi oleh Andi Malarangeng.

6. Nusron Wahid (Golkar): 243.021 suara

Nusron Wahid adalah caleg incumbent yang saat ini duduk di Komisi VI DPR RI. Politisi Golkar ini lolos dari Dapil Jateng II yang melingkupiΒ  Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, dan kabupaten Kudus.

Sejak Februari 2011, Nusron menjabat sebagai Ketua GP Ansor yang berafiliasi dengan organisasi agama terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama. Lulusan Universitas Indonesia ini sempat disebut-sebut cocok menduduki kursi Menpora yang tadinya diisi oleh Andi Malarangeng.

7. Olly Dondokambey (PDIP): 237.620 suara

Olly saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum PDIP. Caleg incumbent ini duduk di kursi komisi XI. Pria kelahiranΒ  Manado, 18 November 1961 disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi Hambalang.

Dalam surat dakwaan jaksa untuk terdakwa Deddy Kusdinar, Olly disebut menerima Rp 2,5 miliar dari PT Adhi Karya terkait proyek Hambalang. Uang diberikan untuk pemulusan pembahasan anggaran proyek Hambalang di DPR.

Tidak hanya disebut namanya di surat dakwaan dan surat putusan, rumah Olly di Manado pun pernah digeledah KPK. Dalam penggeledahan itu KPK menyita satu set meja yang diduga terkait PT Adhi Karya dan proyek Hambalang. Namun, ia telah membantah ikut menikmati uang haram Hambalang.

7. Olly Dondokambey (PDIP): 237.620 suara

Olly saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum PDIP. Caleg incumbent ini duduk di kursi komisi XI. Pria kelahiranΒ  Manado, 18 November 1961 disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi Hambalang.

Dalam surat dakwaan jaksa untuk terdakwa Deddy Kusdinar, Olly disebut menerima Rp 2,5 miliar dari PT Adhi Karya terkait proyek Hambalang. Uang diberikan untuk pemulusan pembahasan anggaran proyek Hambalang di DPR.

Tidak hanya disebut namanya di surat dakwaan dan surat putusan, rumah Olly di Manado pun pernah digeledah KPK. Dalam penggeledahan itu KPK menyita satu set meja yang diduga terkait PT Adhi Karya dan proyek Hambalang. Namun, ia telah membantah ikut menikmati uang haram Hambalang.

8. Dodi Reza Alex Noerdin (Golkar): 203.246

Dodi Reza adalah anak dari Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Ia merupakan caleg incumbent yang pada tahun 2014 ini lolos dari Dapil Sumatera Selatan I. Ia adalah 1 dari 38 anggota DPR yang mengajukan hak interpelasi bagi Menteri BUMN Dahlan Iskan pada April 2012 silam.

Dodi mengenyam pendidikan S1 dan S2 di Belgia. Pria kelahiran Palembang, 1 November 1970 aktif di berbagai organisasi olahraga. Dodi menjabat sebagai Presiden Sriwijaya FC.

8. Dodi Reza Alex Noerdin (Golkar): 203.246

Dodi Reza adalah anak dari Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Ia merupakan caleg incumbent yang pada tahun 2014 ini lolos dari Dapil Sumatera Selatan I. Ia adalah 1 dari 38 anggota DPR yang mengajukan hak interpelasi bagi Menteri BUMN Dahlan Iskan pada April 2012 silam.

Dodi mengenyam pendidikan S1 dan S2 di Belgia. Pria kelahiran Palembang, 1 November 1970 aktif di berbagai organisasi olahraga. Dodi menjabat sebagai Presiden Sriwijaya FC.

9. Hanafi Rais (PAN): 197.915 suara

Hanafi Rais adalah anak sulung dari mantan Ketua MPR Amien Rais. Pria berusia 34 tahun ini pernah mencalonkan diri sebagai Walikota Yogyakarta pada tahun 2011 namun kalah.

Di Pileg 2014 ini, Hanafi bersaing dengan nama-nama tenar di Dapil DIY seperti Titiek Soeharto, Menpora Roy Suryo dan Ketum Gerindra Suhardi. Kemenangan Hanafi sempat tersandung kasus penemuan uang senilai Rp 510 juta di Gunungkidul. Ia pun sempat diperiksa oleh Bawaslu.

9. Hanafi Rais (PAN): 197.915 suara

Hanafi Rais adalah anak sulung dari mantan Ketua MPR Amien Rais. Pria berusia 34 tahun ini pernah mencalonkan diri sebagai Walikota Yogyakarta pada tahun 2011 namun kalah.

Di Pileg 2014 ini, Hanafi bersaing dengan nama-nama tenar di Dapil DIY seperti Titiek Soeharto, Menpora Roy Suryo dan Ketum Gerindra Suhardi. Kemenangan Hanafi sempat tersandung kasus penemuan uang senilai Rp 510 juta di Gunungkidul. Ia pun sempat diperiksa oleh Bawaslu.

10. Hasan Aminuddin (Nasdem): 190.226 suara

Karir Hasan Aminuddin di dunia politik cukup panjang. Pada tahun 1999, ia menjabat sebagai Ketua DPRD Probolinggo hingga tahun 2003. Perjalanannya dilanjutkan dengan menjadi Bupati Probolinggo selama dua periode yaitu 2003-2008 dan 2008-2013.

Pada tahun 2014, Hasan maju sebagai caleg Partai Nasdem dari Dapil Jatim II. Ia pun lolos dan mengamankan satu kursi di Senayan.

10. Hasan Aminuddin (Nasdem): 190.226 suara

Karir Hasan Aminuddin di dunia politik cukup panjang. Pada tahun 1999, ia menjabat sebagai Ketua DPRD Probolinggo hingga tahun 2003. Perjalanannya dilanjutkan dengan menjadi Bupati Probolinggo selama dua periode yaitu 2003-2008 dan 2008-2013.

Pada tahun 2014, Hasan maju sebagai caleg Partai Nasdem dari Dapil Jatim II. Ia pun lolos dan mengamankan satu kursi di Senayan.
Halaman 2 dari 12
(jor/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads